LG G3 Raih Gelar Smartphone Terbaik di 2014

NERACA

Seoul - Penghargaan prestisius kembali didapat LG G3. Dalam gelaran Mobile World Congress 2015 yang dihelat di Barcelona, smartphone dari pabrikan asal Korea Selatan ini mendapatkan penghargaan sebagai Best Smartphone of The Year. Tiga hal utama yang mendasari penghargaan ini ada pada kualitas, variasi berbagai fitur yang benar-benar memberi manfaat dan kemudahan dalam penggunaan.

“Ini seakan menjadi puncak pengakuan dari superioritas LG G3. Setelah sepanjang perjalanan sejak kemunculan perdananya terus menuai penghargaan baik dari sejumlah media maupun industri,” ujar President and CEO of LG Electronics Mobile Communications Company Juno Cho seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Rabu (11/3).

Lebih lanjut ia menyatakan, penghargaan ini sekaligus pula sebagai buah manis dari semua upaya yang telah dikerahkan untuk membawa smartphone yang benar-benar lahir dari kebutuhan penggunanya. Mobile World Congress sendiri merupakan perhelatan global tahunan bagi industri telekomunikasi bergerak yang setiap tahunnya mengambil tempat di Barcelona. Selain membicarakan berbagai isu dan perkembangan dalam industri telekomunikasi bergerak, perhelatan ini juga memberikan berbagai penghargaan terhadap sejumlah produk dan inovasi teknologi terbaik.

Dikatakan sebagai penghargaan prestisius karena diberikan oleh Groupe Speciale Mobile Association (GSMA) yang merupakan asosiasi global tempat bernaung berbagai operator telekomunikasi bergerak dan perusahaan terkait. Dalam pengumuman penghargaan ini, GSMA lebih lanjut mengatakan, LG G3 telah menuai respon positif dari industri sedari kemunculan perdananya. Salah satunya hal ini dapat dilihat dari sejumlah 170 operator di seluruh dunia yang menawarkan paketnya.

Sementara sebagai sebuah smartphone, LG G3 menawarkan pengalaman penggunaan intuitif melalui layar 5.5inchi dengan resolusi Quad HD. Di sektor kamera, selain sensornya yang sebesar 13MP, juga dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS) dan Laser Auto Focus. Bila OIS memberikan kestabilan pengambilan gambar, Laser Auto Focus membuat kamera smartphone ini mempunyai kecepatan tinggi dalam menangkap fokusnya.

Berbagai fitur pun disematkan yang tujuan utamanya memberi kenyamanan penggunaan. Diantaranya fitur Smart Keyboard yang tak hanya pintar memberi pilihan prediksi kata untuk mempersingkat pengetikan, namun juga memungkinkan pengguna mengatur tampilan keyboard virtual ini menyesuaikan dengan kenyamanan posisi jari. Khusus untuk kegiatan selfie, pengguna tak hanya dimudahkan melalui pengoperasian jarak jauh melalui gerakan tangan, namun juga tambahan pencahayaan yang memastikan potret diri tampil lebih cerah meskipun menggunakan kamera depan.

Hadir pula fitur pengamanan Knock Code. Tak hanya unik dan mudah dalam penggunaan karena memanfaatkan ketukan jari dengan pola tertentu untuk mengaktifkan smartphone, fitur ini juga dipercaya memberi tingkat keamanan lebih mengingat sulitnya bagi pihak lain dalam meniru.

Lebih lanjut Juno Cho menyatakan, keseluruhan paket inovatif yang terdapat dalam LG G3 ini merupakan cermin yang bakal merepresentasikan arah pengembangan smartphone LG Mobile di masa mendatang. “Inilah yang bakal menjadi arah inovasi kami di LG. Menciptakan smartphone dan produk pendukungnya yang membuat hidup lebih baik dari proses belajar perusahaan terhadap kebutuhan pengguna,” pungkasnya.

Dalam daftar lengkap pemenang Global Mobile Awards versi GSMA (Groupe Speciale Mobile Association), LG G3 tidak sendiri namun juga ada iPhone6 yang juga mendapat gelar yang sama. Sementara untuk kategori smartphone murah terbaik (Best Low-cost Smartphone), penghargaan ini diberikan kepada smartphone Motorola Moto E. Ponsel pintar besutan Motorola ini dinilai menawarkan performa dan fitur mumpuni meski dipasarkan dengan harga terjangkau. Selain itu, animo konsumen yang sangat positif pun menjadi bahan pertimbangan.

Selain di segmen smartphone murah, jam tangan pintar Motorola Moto 360 juga berhasil menyabet gelar Best Wearable Mobile Technology. Kategori baru ini dihadirkan untuk mengakomodasi semakin banyaknya jenis perangkat wearable yang kini beredar di pasaran.

Related posts