Kemenag Siap Lahirkan Intelektual Muslim Handal - Luncurkan Portal Program 5.000 Doktor

NERACA

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meluncurkan portal Program 5.000 Doktor yang menjadi saluran khusus informasi masyarakat yang ingin meraih beasiswa doktor di dalam dan luar negeri. Program 5.000 Doktor merupakan salah satu program unggulan Kementerian Agama yang strategis dan visioner. Program ini akan terus berjalan untuk meningkatkan mutu sumberdaya manusia di lingkungan pendidikan tinggi Islam di tanah air.

“Ibaratnya seminggu lagi dunia mau kiamat, program ini terus kita kembangkan,” kata Menag Lukman pada peluncuran website resmi program 5000 Doktor; www.scholarship.kemenag.go.id dan program Tahfidz Al Quran 10.000 santri di kantor Kemenag Jl Lapangan Banteng 3-4 Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu

Program beasiswa doktor itu sendiri, kata Menag, ditujukan untuk menghidupkan kampus Islam di Indonesia. Sehingga memberi sumbangsih terhadap peradaban dan keilmuan Islam. Laman dapat diakses lewat link http://www.scholarship.kemenag.go.id.

Menurut dia, setidaknya ada dua alasan Kementerian Agama meluncurkan program ini. Pertama, karena kementerian yang dipimpinnya ingin menjaga dan memelihara tradisi yang sudah baik. Adapun alasan kedua karena Kementerian Agama ingin melahirkan sejumlah intelektual muslim yang handal di Republik ini.

Sejak tahun 60 – 70 an, sambung Menag, Kementerian Agama sudah banyak melahirkan Intelektual muslim. Menag lalu menyebut beberapa nama seperti Gusdur, Zakiyah Drajat, Din Syamsuddin, Azyumardi Azra, Nur Cholis Madjid, dan sebagainya. Menurut Menag, mereka adalah intelektual Muslim Indonesia yang sempat merasakan program beasiswa Kementerian Agama untuk belajar di luar negeri.

"Dunia melihat Islam sudah semakin kaya akan nilai-nilai. Orang tidak melihat Islam dari Timur Tengah saja, tapi melihat Indonesia dan ini merupakan konsekuensi kita untuk serius memunculkan doktor Islam yang lebih baik lagi. Kemenag ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban islam," kata Lukman di kantornya di Jakarta, Senin.

Jumlah doktor di perguruan tinggi Islam negeri, lanjut dia, masih kurang yaitu sebanyak 1.803 orang atau 15,5 persen dari total dosen Islam negeri yang ada. Sementara untuk tingkat perguruan tinggi swasta, doktor baru 1.117 orang atau 5,8 persen dari dosen Islam swasta.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan portal tersebut dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk mengakses informasi terkait beasiswa doktor.

"Program beasiswa ini bukan hanya untuk dosen negeri saja. Swasta bahkan juga teman-teman yang bukan dosen bisa termasuk laboran dan pustakawan. Maka mereka yang memenuhi kualifikasi harus manfaatkan ini. Mahasiswa yang mengambil program pendidikan Islam juga berpeluang," kata dia

Related posts