Penukaran Uang Dolar Meningkat - Rupiah Melemah

NERACA

Cari untung, itulah yang dilakukan masyarakat Indonesia disaat harga dolar Amerika terhadap nilai tukar rupiah tinggi. Dalam waktu seminggu terakhir ini, penukaran uang di sejumlah wilayah di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat drastis.

“Efek naiknya harga dolar Amerika terhadap mata uang rupiah dimanfaatkan begitu maksimal oleh pemilik dolar untuk mencari keuntungan sebanyak mungkin. Selama seminggu terakhir, penukaran uang dolar meningkat drastis,” kata salah satu karyawan toko penukaran uang yang tidak mau disebutkan namanya di Jakarta, baru-baru ini.

Dia mengatakan, penjualan dolar amerika relatif meningkat sejak Senin (2/3). Saat ini ditoko kami membeli dolar dengan harga Rp 13.010. “Sejak sepekan ini rata-rata penjual dolar di toko kami mencapai 15 ribu dolar perhari. Rata-rata 15 ribu dolar masuk. Sebelumnya tidak sampai segitu," ujarnya.

Tingginya harga dolar dibarengi dengan rendahnya pembelian dolar. Menurut karyawan toko, pembelian dolar biasanya menunggu harga dolar melemah. "Nggak banyak kali yang beli dolar. Yang jual banyak," ujarnya.

Untuk diketahui, Data valuta asingBloomberg, Selasa (10/3/2015), menunjukkan nilai tukar rupiah masih berada di kisaran 13.050 per dolar AS. Pada pembukaan perdagangan, rupiah berada di level 13.050,80 per dolar AS. Rupiah pun bergerak fluktuaktif hingga siang di kisaran 13.047 per dolar AS hingga 13.065 per dolar AS.

Sementara, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah melemah tipis sebesar 12 poin ke level 13.059 per dolar AS pada Selasa 10 Maret 2015 dari periode Senin 9 Maret 2015 yang ada di di level 13.047 per dolar AS.

Analis PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova menuturkan, sentimen global masih menekan rupiah ditambah dolar cenderung menguat. Pada akhir pekan lalu, pemerintah Amerika Serikat merilis data tenaga kerja dan payroll yang membaik. Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, jumlah tenaga kerja AS bertambah 295 ribu jiwa bulan lalu.

Hal itu mendorong spekulasi kalau bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga secepatnya.

BERITA TERKAIT

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,25% - KURS RUPIAH MELESAT HINGGA Rp 14.442 PER US$

Jakarta-Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate-7DRRR) tetap 5,25%. Sementara itu, nilai…

IBM Targetkan Penyaluran Qurban ke Pedalaman Meningkat

  NERACA   Jakarta – Insan Bumi Mandiri (IBM) menargetkan untuk dapat menyalurkan hewan qurban ke wilayah pedalaman Indonesia meningkat.…

Kinerja untuk Atasi Depresiasi Rupiah Dinilai Tepat

    NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan kinerja yang dilakukan sejumlah lembaga dan kementerian…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…