Bank Jatim Incar Laba Bersih Rp 1,11 Triliun

NERACA

Jakarta – Tahun ini, PT Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk (BJTM) menargetkan kenaikan laba bersih sebesar 18,80% menjadi Rp1,11 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp939,08 miliar,”Gencarnya upaya yang dilakukan diharapkan dapat mencapai rencana bisnis Bank Jatim di tahun ini, salah satunya meningkatkan laba bersih hingga 18,80%,”kata Direktur Utama BJTM, Hadi Sukrianto di Jakarta, Rabu (11/3).

Sementara itu, posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan akan ditingkatkan sebesar 17,13% menjadi Rp35,45 triliun, dari posisi DPK sebesar Rp30,27 triliun di tahun lalu. Sedangkan porsi kredit, perseroan bakal menyalurkan kredit Rp31,42 triliun di tahun ini, atau naik 20% dari posisi sebesar Rp26,19 triliun di tahun lalu,”Untuk total aset, kami akan tingkatkan aset menjadi 16,38% menjadi Rp44,21 triliun di tahun ini, dari posisi aset sebesar Rp37,99 triliun di 2014," tutur dia.

Adapun untuk posisi return of asset (ROA) di tahun ini bakal menjadi 3,43%, dari posisi sebelumnya 3,52% di tahun lalu. Posisi return of equity (ROE) menjadi 19,33%, dari posisi 18,98% di 2014,”Posisi net interest margin (NIM) akan menjadi 7,22%, dari posisi NIM tahun lalu 6,90%. Sedangkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) menjadi 69,70%, dari posisi sebesar 69,63% di tahun lalu," jelas Hadi.

Sepanjang tahun 2014, Bank Jatim berhasil meraih Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi Rp30,27 triliun atau naik 16,48% secara year on year (YoY), dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp25,99 triliun. Disebutkan, kontribusi DPK di tahun lalu banyak disumbang dari giro sebesar Rp11,65 triliun atau naik 16,86% (YoY), disusul tabungan sebesar Rp10,99 triliun atau naik 10,23% (YoY) dan deposito sebesar Rp7,63 triliun atau naik 26,16% (YoY).

Melalui komposisi DPK di tahun lalu, menurut Hadi, maka posisi current account saving account (CASA) perseroan tetap terjaga sebesar 74,80% di akhir tahun lalu. Maka demi meningkatkan kinerja, perseroan tengah menyiapkan produk baru untuk diluncurkan. Di antaranya mobile banking, priority banking, reksa dana, electronic data capture, bancassurance, virtual account, e-money, jaringan visa dana pengembangan lebih lanjut pada produk internet banking individual, e-tax pajak daerah, host to host serta migrasi kartu chip,”Tahun 2015 ini, perseroan terus fokus meningkatkan produk layanan berbasis teknologi seperti internet banking, priority banking dan lainnya melalui berbagai pertimbangan untuk kemajuan perseroan yang antara lain ditujukan sebagai alternatif delivery channel selain teller, ATM dan SMS Banking. Semua rencana pengembangan dan penerbitan produk serta layanan ini sedang dalam tahap persiapan dan akan menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlebih dahulu sebelum diluncurkan," ungkap dia.

Tahun 2014 lalu, penyaluran kredit Bank Jatim sebesar Rp 26,19 triliun, masih dikontribusikan terbesar dari kredit konsumer sebesar Rp 16,71 triliun, atau naik 19,14% (YoY), di ikuti oleh kredit komersial sebesar Rp 5,18 triliun, atau naik 25,53% dan kredit UMKM sebesar Rp 4,30 triliun atau naik 12,38% (YoY),”Pertumbuhan terbesar di kredit konsumer ada pada kredit pemilikan rumah dengan total sebesar Rp 1,3 triliun atau naik 26,71% (YoY), dan kredit multiguna sebesar Rp 14,85 triliun, atau naik 19,20% (YoY),”kata Hadi Sukrianto. (bani)

Related posts