CIMB Niaga Incar KPR Rp19 T di 2011 - Hingga Juli 2011 Capai Rp16,9 T

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk optimistis bisa mencapai target pengucuran kredit pemilikan rumah (KPR) Rp19 triliun hingga akhir 2011. Perseroan akan memanfaatkan nasabah existing dalam menawarkan pembiayaan properti perseroan. "Data sampai dengan Juli KPR kami mencapai Rp16,9 triliun, dan akhir tahun bisa Rp18,6 triliun (outstanding). Ini belum termasuk Syariah, jika seluruhnya bisa mencapai Rp19 triliun," kata Executive Vice President Head of Consumer Lending Sales Distribution & Syariah, Bank CIMB Niaga, Laksmi Mustikaningrat di Jakarta, Kamis.

Pencapaian portofolio KPR perseroan hingga semester I lalu mengalami kenaikan 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp13,7 triliun. Pertumbuhan terus dijaga dengan menyediakan produk-produk yang sesuai kebutuhan masyarakat. "Kami ada konsep dual banking, nasabah tinggal memilih ingin skema KPR dengan sistem konvensional atau syariah. Semua bisa dilayani di seluruh kantor kami," katanya.

Demi memenuhi pertanyaan nasabah, atau calon nasabah KPR, perseroan juga telah menyediakan layanan 14041 atau Mortgage Telecenter CIMB Niaga (02130068460) untuk berkonsultasi. "Layanan dikhususkan untuk nasabah existing. Melalui layanan ini, kami juga berharap komposisi nasabah KPR bisa bertambah dari posisi saat ini 5%, menjadi 30% dari total customer base," ucap Laksmi.

KPR CIMB Niaga merupakan salah satu bisnis yang bersifat jangka panjang, sehingga cross selling terhadap nasabah sangat dimungkinkan terutama berkaitan dengan Lifetime Banking. KPR CIMB Niaga memberikan benefit bagi stakeholder dan manajemen karena merupakan segmen bisnis yang menguntungkan. Oleh sebab itu kualitas account sangat dijaga dengan prinsip kehari-hatian. KPR CIMB Niaga hadir dengan Solusi X-Tra yaitu proses kredit yang cepat, pilihan developer dengan lokasi terbaik, dan produk KPR yang sesuai kebutuhan.

Saat ini, CIMB Niaga mempunyai empat produk unggulan KPR. Pertama, KPR X-Tra. Produk ini berlaku untuk rumah baru maupun rumah secondary, dengan lokasi rumah tidak terbatas di lingkungan real estate saja. Laksmi Mustikaningrat, Head of Consumer Lending CIMB Niaga mengatakan, untuk semakin memberikan kenyaman bagi nasabah, proses persetujuan KPR X-Tra cukup tiga hari kerja, atau yang lebih dikenal dengan sebutan SPEKTA. “Keuntungan lainnya, bagi nasabah dengan status kredit lancar selama lebih dari 5 tahun, akan memperoleh fasilitas Top Up secara otomatis,” kata Laksmi.

Produk kedua adalah KPR X-Tra Dinamis. Produk ini di-bundling langsung dengan produk tabungan CIMB Niaga. Untuk penggunaan bunga dari produk tabungan, nasabah mempunyai dua pilihan. Pertama, bunga tabungan secara otomatis akan mengurangi pokok pinjaman, sehingga KPR dapat lunas lebih cepat dari jangka waktu yang disepakati. Kedua, bunga tabungan secara otomatis mengurangi angsuran KPR setiap bulannya.

“Keuntungan lainnya, tabungan tidak akan diblokir, dan nasabah tetap dapat bertransaksi menggunakan dana di tabungan tersebut. CIMB Niaga menjadi satu dari dua bank di Tanah Air yang menerapkan produk bundling KPR dengan tabungan,” imbuh Laksmi.

Produk unggulan KPR ketiga adalah KPR X-Tra Cash. Produk ini cocok untuk nasabah yang membutuhkan dana tunai dengan jaminan properti yang mereka miliki. Properti yang dijaminkan bisa berupa rumah, apartemen, ruko ataupun rukan. Untuk produk ini, nasabah bisa memilih dua skema yang CIMB Niaga tawarkan, yaitu skema regular (dengan angsuran bulanan), dan skema flexi (revolving).

Produk keempat adalah KPR X-Tra Fixed. Produk ini cocok bagi nasabah yang tidak ingin pembayaran angsurannya terpengaruh gejolak suku bunga. Nasabah dapat memilih dua tenor pembayaran tetap, jangka waktu lima tahun atau 10 tahun. Khusus nasabah PKR iB Syariah, tidak akan dikenakan penalti jika ingin melunasi sebelum jangka waktu pinjaman berakhir.

Krisis Eropa

Meski ada ancaman krisis utang yang parah di Eropa telah membuat dunia was-was akan terjadinya krisis ekonomi global, namun hal ini ternyata tak berpengaruh terhadap kredit perumahan di Indonesia. Banyak pihak menyatakan Indonesia relatif aman dari ancaman krisis tersebut karena kekuatan ekonomi yang mandiri bersumber dari konsumsi masyarakat yang kuat. "Saat ini adalah golden year for East. Dampaknya (krisis Eropa) secara langsung tidak," ungkap Laksmi.

Pengaruh negatif bisa terjadi, saat nasabah KPR perbankan dalam negeri memiliki usaha atau berkecimpung di luar negeri. Namun itupun sangat terbatas. "Nasabah akan terkait kalau bisnis ada di negera yang terkena impact. Tapi tidak secara langsung," katanya.

Di sisi lain, Laksmi mengingatkan, memilih perbankan dalam pembiayaan rumah pun masyarakat haruslah cermat. Setiap orang harus sadar janji suku bunga rendah hanyalah marketing gimmick.

Masyarakat bisa mengakses secara terbuka suku bunga dasar kredit. Data ini terbuka dan dapat diakses di seluruh kantor perbankan yang bersangkutan. "Yang riil adalah suku bunga dasar. Nilai KPR 7-8% adalah gimmick. Rata-rata saat ini double digit. Kalau sudah masa berakhir, di-refresh sekitar 12-13%," paparnya.

Perseroan memang salah satu pemain besar dalam pembiayaan rumah. Hingga Juli 2011, CIMB Niaga memiliki pangsa pasar 11%.

Dua bank terbesar dalam penyaluran kredit adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA). BTN dengan pangsa pasar terbesar, 32,9% dan portofolio aset Rp 50,6 triliun. Sementara pangsa pasar BCA 13,7% dengan portofolio aset Rp 21 triliun.

Related posts