Pemerintah Sinergikan Pembinaan UKM

NERACA

Jakarta - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah akan menyinergikan pembinaan wirausaha atau usaha kecil dan menengah di berbagai lembaga. Saat ini, Kementerian KUKM telah meminta data ke 23 lembaga pemerintah yang memiliki program pembinaan wirausaha atau UKM dan telah terkumpul sekitar 42 juta informasi tentang pelaku UKM di Indonesia.

Menurut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah A.A.G.N Puspayoga, pembinaan UKM saat ini tidak hanya berada di Kementerian KUKM tetapi tersebar di berbagai instansi. Padahal untuk mengoptimalkan pengembangan UKM perlu sinergi pembinaan agar lebih terarah dan efektif.

"UKM sebagai embrio wirausaha harus disinergikan pembinaannya dan tidak jalan sendiri-sendiri di setiap instansi,” kata Puspayoga di acara Penjurian Nasional Wirausaha Muda Mandiri di Mandiri Club Jakarta, Selasa (10/3).

Data yang terkumpul dari berbagai instansi akan terus di validasi sehingga pemerintah memiliki data yang akurat tentang jumlah UKM di Indonesia. Dengan akurasi data diharapkan program-program pengembangan dapat lebih optimal.

Puspayoga mengapresiasi langkah yang dilakukan Bank Mandiri melalui Program Wirausaha Muda Mandiri, yang kemudian berkembang dengan Mandiri Young Technopreneur dan Wirausaha Sosial Mandiri. Pasalnya, program ini sangat tertata dan dilakukan secara berkelanjutan sehingga perkembangan wirausaha-wirausaha mudanya dapat termonitor dengan baik.

“Terlebih program ini dilakukan merata diberbagai wilayah Indonesia, sehingga dampak ekonominya juga dapat merata. Hal ini sangat sesuai dengan misi pemerintah untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan di Tanah Air. Percuma kalau pertumbuhan ekonomi naik tapi tingkat kesejahteraan tidak merata,” ujarnya.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program pengembangan kewirausahaan ini dalam jangka panjang bertujuan untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.

Saat ini, jumlah wirausaha Indonesia memang baru sebanyak 1,65% dari total penduduk pada kuartal kedua tahun 2014. Jumlah tersebut masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang masing-masing mencapai 5% dan 7%. Bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat perbandingannya lebih jauh lagi. Di Jepang, komposisi wirausahanya mencapai 10% dan Amerika Serikat mencapai 12% dari total populasi.

Namun, survey Global Entrepreneurship Monitor (GEM) pada 2013 tentang keinginan berwirausaha di Indonesia menunjukkan, Indonesia menempati peringkat kedua negara ASEAN yang memiliki keinginan tertinggi untuk berwirausaha setelah Filipina. Di belakang Indonesia terdapat negara Vietnam, Thailand, Singapura dan Malaysia.

“Itu mencerminkan sebuah keoptimisan bahwa Indonesia dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru dengan mengoptimalkan semangat kewirausahaan. Sebab, untuk menjadi sebuah negara dengan ekonomi yang maju, negara tersebut paling tidak perlu memiliki jumlah wirausaha minimal 2% dari total populasinya,” kata Budi.

Bank Mandiri kembali akan menggelar Expo wirausaha sekaligus Penghargaan dan Workshop Wirausaha Muda Mandiri (WMM), Mandiri Young Technopreneur (MYT) dan Wirausaha Sosial Mandiri (WSM) 2014. Expo yang akan berlangsung pada 12-15 Maret 2015 di Jakarta Convention Center itu akan diikuti 250 wirausahawan muda dan dihadiri sekitar 50 ribu pengunjung dari mahasiswa dan generasi muda dari Jakarta dan sekitarnya.

Dalam expo, pengunjung juga dapat melakukan talkshow interaktif bersama Hadi Wenas (CEO aCommerce Indonesia), Rian Gondokusumo (Founder Sribu.com), Aldi Haryo Pratomo (Founder & CEO Ruma Indonesia), Daniel Mananta (Damn I Love Indonesia) dan Marcelino Lefrant (Komikus Bolt) serta para wirausaha muda sukses lainnya.

Menteri Puspayoga pun meyakinkan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen mengembangkan kewirausahaan dengan menyinergikan pembinaan dan kerjasama dengan berbagai pihak. “Saya yakin dengan bekerjasama, capaian 2% (jumlah wirausaha dari total populasi) dapat terwujud," pungkasnya. [ardi]

Related posts