BNI Asset Management Genjot Pasar Modal Syariah - Rilis Produk Baru Syariah

NERACA

Jakarta – Menyadari besarnya potensi pasar modal syariah di dalam negeri yang belum di garap secara optimal, menjadi alasan bagi PT BNI Asset Management (BNI Asset Management) untuk terus menggenjot sektor tersebut dengan merilis produk investasi syariah,”Pasar modal syariah belum banyak digarap dan pasarnya menjanjikan. Oleh karena itu, kita akan terus genjot sektor ini,”kata Direktur BNI Asset Management, Isbono Putro kepada Neraca di Jakarta, Selasa (10/3).

Dia menuturkan, tahun ini ada beberapa produk reksa dana berbasis syariah yang akan dirilis pada semester satu. Namun sayangnya, dirinya belum mau menyebutkan produk tersebut. Yang pasti, produk syariah ini akan membidik dana kelola minimal target awal Rp 100 miliar dan maksimal jangka panjang Rp 5 triliun.

Disamping itu, perseroan juga akan terus rajin meluncurkan produk yang konvesinonal seperti Reksa Dana Penyertaan Terbatas dan pasar uang,”Untuk produk RDPT akan segera di rilis pada April tahun ini dengan dana kelola yang di bidik Rp 250 miliar hingga Rp 500 miliar,”tandasnya.

Menurutnya, pasar reksa dana tahun ini diyakini akan tumbuh positif seiring dengan fundamental ekonomi dalam negeri yang baik. Bahkan, jika performance indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terus mencetak rekor baru hingga menembus level 5.500 akan memberikan dampak terhadap imbal hasil reksa dana saham yang akan tumbuh diatas itu.

Asal tahu saja, sampai dengan akhir tahun 2015 nanti, BNI Asset Management membidik perolehan dana kelolaan mencapai angka Rp15 triliun. Maka untuk mencapainya, BNI Asset Management siap meluncurkan beberapa produk hasil kerjasama antara BNI Asset Management dengan BNI Life,”Target dana kelolaan kita full year itu sampai akhir tahun Rp15 triliun. Untuk mencapainya kita terus tingkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dan meluncurkan produk," kata Presiden Direktur BNI Asset Management, Reita Farianti

Kata Reita, pihaknya optimis target dana kelola bisa tercapai karena didukung beberapa produk baru, rebranding, serta carry over dari pipeline sebelumnya,”Kami optimistis karena ada carry over pipeline kami tahun lalu. Apalagi ada Infrastructure Partnership Program (IPP) yang tidak bisa langsung, maka harus melalui asset management salah satunya,” ujarnya.

Kedepan, sepanjang 2015 BNI Asset Management akan memperkuat kerja sama dengan BNI Life. Kerja sama ini sejalan dengan upaya sinergi terkait pencanangan BNI Financial Service Group. Karenanya, kerja sama dengan BNI Life dioptimalkan melalui peluncuran produk tiap bulannya. Sehingga, diharapkan target unit link sebesar Rp1 triliun dapat tercapai.

Di luar itu, BNI Asset Management juga mengeluarkan produk, seperti seri proteksi, luncurkan pasar uang dengan nama Kemilau, ada juga yang berbasis syariah. Disamping itu, perseroan juga sedang berkonsentrasi meningkatkan alokasi reksadana saham melalui berbagai macam strategi promosi. Salah satu strategi promosi yang dilakukan adalah adanya rebranding produk BNI-AM Dana Saham Sektoral menjadi BNI AM Inspiring Equity Fund. Produk ini pertama kali diluncurkan pada 7 April 2014. (bani)

Related posts