Electronic City Tertekan Penguatan Dollar - Bakal Naikkan Harga Jual

NERACA

Jakarta – Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hingga menembus level Rp 13.000 lebih, memberikan dampak berarti pada kenaikan harga elektronik. Hal ini sangat beralasan, lantaran sebagian besar komponennya masih di impor.

PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) perusahaan ritel khusus electronik menyatakan pelemahan rupiah berdampak terhadap perseroan, “Menyusul beberapa brand menaikkan harga, perseroan juga akan menaikkan harga secara bertahap,”kata Commercial and Investor Relations Director PT Electronic City Indonesia Tbk, Fery Wiraatmadja di Jakarta, Selasa (10/3).

Dia mengungkapkan, saat ini brand-brand elektronik menaikan harga tidak dalam sekaligus, menaikannya secara bertahap. Hal ini dilakukan, supaya kostumer tidak kaget dengan harga sekarang. Dijelaskan Fery, selain menaikan harga bertahap, untuk menahan dampak pelemahan rupiah terhadap daya jual, perseroan juga melakukan sinergisitas dengan perbankan.

Menurutnya, jalur tersebut ditempuh sebagai katalis penjualan tahun ini,”Secara volume masih ok, karena kami banyak dibantu oleh brand untuk memberikan promo dan sales sekaligus bekerja sama dengan bank-bank untuk menawarkan extra savings," kata dia.

Menutup perdagangan valas Selasa kemarin, nilai tukar rupiah di kisaran Rp13.094 per dollar AS, di mana menit sebelumnya ambruk di posisi Rp13.105 per dollar AS. Ekonom Aviliani menuturkan, pelemahan rupiah di kisaran Rp12.000 per dollar AS ke posisi Rp12.700 per dollar AS mulai mengkawatirkan. Namun jika rupiah ke posisi Rp13.100 per dollar AS bisa membuat harga-harga meningkat dan pemerintah harus melakukan antisipasi,”Batas atas rupiah Rp13.000 per dollar AS, kita harus early warning. Kenaikan harga-harga yang ditimbulkan sama dengan ketika BBM Naik. Otomatis daya beli akan turun. Ini bisa menjadi jurang krisis," ujarnya.

Sejatinya, tahun 2014 lalu, Electonic City menargetkan nambah 20 gerai baru menjadi 76 gerai.Jika dibandingkan tahun 2013, target pembukaan gerai tahun 2014 juga masih lebih kecil dari target pembukaan gerai tahun lalu sebanyak 30 gerai. Malah, realisasi pembukaan gerai Elctronic City tahun 2013 melampaui target awal, yakni menjadi 33 gerai.

Melorotnya penambahan pembukaan gerai anyar itu sejatinya sudah terbaca sejak sebelumnya manajemen perusahaan itu menyatakan jika hiruk-pikuk hajatan pemilihan umum tahun 2014. Meski target penambahan gerai tahun 2014 tak seekspansif tahun 2013, perusahaan masih memiliki asa bisa mengantongi pendapatan berlipat dari dari dua momen di akhir tahun 2014. Perusahaan itu berharap bisa mencicipi kenaikan pendapatan 20%-25% pada momen tersebut dibandingkan bulan biasa.

Elctronic City meyakini momen akhir tahun lalu itu bisa mendukung target pertumbuhan pendapatan 30% tahun ini. Jika pendapatan 2013 adalah Rp 2 triliun, berarti tahun 2014 perusahaan itu mengincar pendapatan Rp 2,6 triliun. Pada kenyataannya, sepanjang semester I-29014 lalu, Elctronic City baru membukukan pendapatan Rp 1 triliun. (bani)

Related posts