Laba Alfamidi Melesat Tajam 105,88%

NERACA

Jakarta – Berbeda dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang membukukan laba bersih 2014 turun 0,8%, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) mencatat laba tahun berjalan 2014 sebesar Rp138,62 miliar atau melesat 105,88% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp67,33 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Laba per saham perusahaan juga naik menjadi Rp48,09 dari posisi tahun sebelumnya Rp23,36/lembar. Dijelaskan, melonjaknya laba tersebut didukung bertambahnya pendapatan bersih sebesar 21,57% menjadi Rp6,03 triliun dibanding 2013 senilai Rp4,96 triliun.

Namun naiknya pendapatan tersebut seiring dengan meningkatnya beban pokok pendapatan menjadi Rp4,61 triliun dari Rp3,88 triliun. Di sisi lain, beban penjualan dan distribusi meningkat menjadi Rp1,07 triliun dari Rp873,03 miliar.

Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp110,91 miliar dari Rp81,21 miliar dan beban lainnya dari Rp3,61 miliar menjadi Rp4,60 miliar, namun pendapatan lainnya meningkat menjadi Rp37,70 miliar dari Rp27,84 miliar. Akibatnya, laba usaha perusahaan meningkat menjadi Rp269,18 miliar dari posisi akhir tahun 2013 senilai Rp147,3 miliar.

Sementara aset perusahaan pada akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp2,58 triliun, dengan total utang Rp1,96 triliun. Jumlah itu meningkat dibanding tahun sebelumnya, di mana aset perusahaan tercatat sebesar Rp2,11 triliun, dengan total utang Rp1,61 triliun. Sebagai informasi, sepanjang tahun 2014 lalu, Group PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart meraih laba bersih sebesar Rp533,54 miliar atau turun 0,8% dari posisi sebesar Rp538,35 miliar di akhir 2013.

Selain itu, perseroan juga membukukan laba per saham ikut turun menjadi Rp14,11 per saham di 2014, dari posisi sebesar Rp14,26 per saham di 2013. Laba bruto naik menjadi Rp7,07 triliun di akhir tahun lalu, dari posisi sebesar Rp6,31 triliun di akhir 2013. Laba usaha perseroan menjadi Rp1,16 triliun, atau naik 22,79% dari posisi sebesar Rp944,65 miliar di tahun 2013.

Biaya keuangan menjadi Rp466,49 miliar di akhir 2014, atau naik 61,88% dari posisi sebesar Rp288,16 miliar di akhir 2013. Sehingga membuat laba sebelum pajak naik ke posisi Rp702,95 miliar di akhir 2014, dari posisi sebesar Rp667,02 miliar di 2013. (bani)

BERITA TERKAIT

Transcoal Pacific Bidik Laba Rp 150 Miliar - Harga Batu Bara Membaik

NERACA Jakarta – Kembali menggeliatnya bisnis batu bara seiring dengan kenaikan harga komoditas di pasar, menjadi keyakinan bagi PT Transcoal…

Laba Bersih Barito Pacific Anjlok 60,93%

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan penurunan laba bersih signifikan menjadi sebesar US$ 19,12…

Atlas Resources Bidik Laba US$ 12 Juta - Produksi 2,2 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Seiring membaiknya harga komoditas batu bara, PT Atlas Resources Tbk (ARII) terus genjot kapasitas produksi dengan harapan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…