"Indonesia Incorporated" Atasi Ketimpangan Ekonomi

NERACA

Jakarta - Paradigma "Indonesia incorporated" atau pembangunan yang dikendalikan oleh seluruh elemen masyarakat harus dilakukan untuk mengatasi ketimpangan pertumbuhan ekonomi.

"Paradigma tersebut bermaksud untuk menggerakkan seluruh pelaku usaha kecil, menengah, besar, bersama-sama dengan pemerintah mewujudkan kegiatan produktif dengan melibatkan agroindustri dan pedesaan," ujar Ketua Lingkar Kajian Ekonomi Nusantara, Didin S. Damanhuri, di Jakarta, Senin (9/3).

Menurut dia, sektor ekonomi pertanian yang sebagian besar terletak di daerah pedesaan sudah kalah dengan komoditas ekspor bahan mentah yang saat ini mendominasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Pendekatan ekonomi pertanian selama ini hanya berbasis pada korporasi besar, termasuk keterlibatan korporasi asing sehingga perkembangannya akan bergantung pada mekanisme pasar tanpa kehadiran negara yang secara aktif mengatur pemberdayaan daya saing petani, nelayan, dan warga pedesaan," tuturnya.

Jika hal tersebut terus dilakukan, menurut dia, akan terjadi pertumbuhan ekonomi tinggi tanpa menyelesaikan masalah-masalah ketimpangan dan marginalisasi kondisi dan warga pedesaan.

Untuk itu diperlukan pengembangan kapasitas petani, nelayan, warga pedesaan sehingga meningkatkan akses pemanfaatan infrastruktur fisik dan akses pasar.

Menurut dia, pemerintah juga harus mendorong kelompok produktif dalam wadah koperasi serta BUMN yang relevan terhadap peningkatan infrastruktur dan swasembada pangan.

Paradigma "Indonesia incorporated" sendiri telah sukses diterapkan di beberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand.

"Jepang cukup sukses mengimplementasikan paradigma tersebut dalam industri manufakturnya," ujar Didin. [ardi]

BERITA TERKAIT

BPS: Ketimpangan Pendapatan Masih Tinggi

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, tingkat ketimpangan antara penduduk kaya dan miskin di Indonesia (gini ratio) turun tipis dari 0,391…

Kinerja untuk Atasi Depresiasi Rupiah Dinilai Tepat

    NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan kinerja yang dilakukan sejumlah lembaga dan kementerian…

Infrastruktur Pondasi Ekonomi

Fakta pengalaman pembangunan di sejumlah negara yang berkembang pesat, pembuat kebijakan memahami bahwa pembangunan yang sukses memerlukan komitmen selama beberapa…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tingkat Bunga Penjaminan LPS Naik 25 Bps

      NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan tingkat bunga penjaminan untuk periode…

The Fed Dinilai Tak Akan Agresif Naikkan Bunga

    NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memprediksi Bank Sentral AS The…

Laba BTPN Tumbuh 17%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 17 persen…