WIKA Kantungi Kontrak Baru Rp 1,7 Triliun - Garap Bendungan di Aceh

NERACA

Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menggarap proyek Bendungan Keureto Aceh senilai Rp1,7 triliun dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera). Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (9/3), Corporate Secretary WIKA Suradi mengatakan, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan groundbreaking proyek tersebut bersama Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono di Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.

Menurut Suradi, pelaksanaan groundbreaking ini merupakan tindak lanjut hasil penandatanganan perjanjian pembangunan Bendungan Keureto Aceh Suradi dengan Kementerian PU Pera. Pada proyek dengan total nilai Rp1,7 triliun yang bersumber dari APBN tersebut, WIKA memperoleh Paket II berupa pekerjaan pembangunan Terowongan Pengelak dan Waterway dengan nilai Rp403 miliar,”Tipe bendungan ini adalah urugan random dengan luas genangan 896,39 hektare, panjang 386 meter dan tinggi 74 meter,”kata Suradi.

Bendungan ini didesain untuk menyediakan tampungan khusus banjir sebesar 30,50 juta yang mampu meredam dan mereduksi debit banjir sampai dengan periode ulang 50 tahun, mengairi irigasi seluas 13.834 hektar, PLTA sebesar 6.340 MW, penyediaan air baku sebesar 30,50 m/detik, konservasi sumber daya alam, dan pariwisata.

Sebelumnya, WIKA juga telah melakukan penandatanganan kontrak proyek pengembangan baru Bandara Oe-Cusse di Kementerian Pekerjaan Umum Republik Demokratik Timor Leste, Dili. Proyek dengan total nilai kontrak sebesar US$ 92 juta tersebut ditandatangani oleh Direktur Operasi III Destiawan Soewardjono dan disaksikan Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo serta perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Demokratik Timor Leste.

Rencananya, proyek ini akan dikerjakan selama 690 hari kalender kerja dengan lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi existing bandara, perpanjangan runway dari 1,5 km menjadi 2,5 km, pelebaran dan perluasan wilayah bandara agar bisa dijadikan bandara komersial, pemutakhiran sistem radar dan navigasi serta pemutakhiran sistem dan standar safety bandara.

Tercatat hingga pekan pertama Maret 2015, WIKA berhasil memperoleh kontrak baru sebesar Rp3,44 triliun. Kontrak baru perseroan tersebut telah mencapai 10,87% dari target kontrak sepanjang 2015 yang sebesar Rp31,64 triliun.

Tahun ini, perseroan menargetkan total kontrak sebesar Rp54,39 triliun yang terdiri dari dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp31,64 triliun dan kontrak bawaan (carry over) dari 2014 sebesar Rp22,75 triliun. Beberapa proyek yang telah diperoleh hingga pekan pertama Maret 2015, di antaranya Proyek Bendungan Keureto Aceh Rp403 miliar, Proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Tahap I Rp355 miliar, Proyek Jalan Layang Non Tol (JLNT) Ciledug Rp351 miliar, Proyek Oe-Cusse Airport Timor Leste US$ 92 juta. (bani)

Related posts