BTN Dukung Pembiayaan Apartemen Avatar - Sidoarjo, Jawa Timur

NERACA

Sidoarjo - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendukung pembiayaan Apartemen Royal Avatar World yang berlokasi di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dukungan pembiayaan proyek ini sekaligus dalam rangka mewujudkan proram sejuta rumah yang ditetapkan oleh pemerintah pada 2015.

"Terdapat tiga segmen yang disasar pemerintah dalam mewujudkan program sejuta rumah, yakni masyarakat berpendapatan rendah, berpendapatan rendah-menengah, dan menengah. Semua syarat itu dapat dipenuhi pengembang Apartemen Royal Avatar World sehingga kita dukung pembiayaannya," kata Direktur Utama BTN, Maryono, di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (8/3) pekan lalu.

Dukungan pembiayaan BTN ini dituangkan dalam bentuk naskah perjanjian kerja bersama dengan PT Samudera Jedine, anak usaha PT Sipoa Internasional selaku pengembang Apartemen Avatar dengan total potensi KPA yang dibiayai sekitar Rp1,2 triliun, baik melalui fasilitas subsidi (FLPP/ Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) maupun non FLPP.

Maryono mengatakan, BTN mendukung pembiayaan kepemilikan apartemen yang dipasarkan dengan harga mulai Rp270 juta - Rp400 juta per unit sehingga dapat terjangkau bagi masyarakat sesuai yang disasar pemerintah dalam program perumahan nasional.

BTN memberi kemudahan kepada calon konsumen dalam membeli rumah, yakni uang muka minimal satu persen untuk KPR Sejahtera Susun, kemudian menyediakan Tabungan BTN Perumahan bagi masyarakat yang berminat untuk membeli rumah dengan jangka waktu 15 - 20 tahun.

"Melalui produk Tabungan BTN Perumahan akan dapat membantu masyarakat memiliki rumah atau apartemen dengan harga yang terjangkau, melalui cicilan uang muka yang berasal dari tabungan. Bank BTN sampai saat ini telah menghimpun sekitar 1.500 nasabah penabung," kata Maryono.

Kerja sama BTN dalam memberikan dukungan pembiayaan proyek apartemen Royal Avatar diharapkan dapat memberikan motivasi kepada pengembang lain dalam menyukseskan program sejuta rumah tahun ini serta mengurangi backlog perumahan yang mencapai 13,7 juta unit rumah pada akhir 2014.

Maryono optimis pertumbuhan ekonomi tahun ini akan lebih baik, sehingga perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 17% - 19% yang sebagian besar berasal dari pembiayaan perumahan. Sedangkan Surabaya sendiri memberikan kontribusi 20% - 30%.

Pada kesempatan yang sama, Budi Santoso, Direktur Utama PT Sipoa Internasional mengatakan, Royal Avatar World dikembangkan di atas lahan seluas 59.924 meter persegi dan di atasnya akan didirikan sebanyak 14 tower, sebanyak 10 tower diperuntukan sebagai hunian, sekitar 6000 unit.

Saat ini, sebanyak 40% dari total unit apartemen yang akan dibangun telah terjual, serta optimistis dalam waktu dekat akan habis terjual mengingat selain harga unit terjangkau juga lokasinya sangat strategis dekat dengan pintu tol Waru dan pintu tol Menanggal.

“Royal Avatar sendiri merupakan proyek mix used, yang di dalamnya tidak hanya akan dibangun hunian tetapi juga akan dibangun perkantoran dan kondotel. Saya perkirakan untuk tahap I sudah serah terima tahun 2018 dan tahap 2 tahun 2019,” pungkas Budi. [kam]

Related posts