Danamon Lunasi Kupon Obligasi Rp 20,72 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Bank Danamon Tbk menyatakan pihaknya telah melakukan pembayaran kupon bunga obligasi ke-17 atas obligasi II Bank Danamon seri B tahun 2010 sebesar Rp 20,72 miliar pada tanggal 6 Maret 2015 lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (9/3).

Corporate Secretary Bank Danamon, Fransiska Oei mengemukakan, obligasi II Bank Danamon seri B tahun 2010 tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 9 Desember 2015. Dalam obligasi ini perseroan memiliki pokok utang sebesar Rp 921 miliar dengan tingkat kupon bunga sebesar 9%. Selain itu, obligasi tersebut juga telah mendapat peringkat 'idAAA' dari Pefindo yang diberikan pada tanggal 5 November 2014.

Sepanjang tahun 2014, Bank Danamon mencatat laba bersih setelah pajak mencapai Rp 2,604 triliun. Angka tersebut turun dari penghitungan sebelumnya sebesar Rp 3,453 triliun, menyusul aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang asuransi kendaraan. Pendapatan bunga bersih atau net interest income mencapai Rp 13,7 triliun pada akhir 2014. Laba bersih turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 4,04 triliun sepanjang 2013.

Direktur Utama Bank Danamon, Henry Ho pernah mengatakan, laba bersih Bank Danamon dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lamban di tahun 2014. Selain itu, penurunan harga minyak dunia dan penurunan harga komoditas, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), dan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) menjadi 7,75%,”Kondisi ini berdampak pada industri perbankan yang mengalami pelambatan pertumbuhan kredit dan juga kenaikan suku bunga, sehingga memberikan tantagan bagi industri perbankan dalam meneruskan tingkat profitabilitas pada level yang memuaskan,” kata Henry.

Direktur Keuangan Bank Danamon, Vera Eve Lim menambahkan, total kredit usaha mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) sebesar Rp 19 triliun. Sementara, jumlah kredit untuk segmen UMKM mencapai Rp 20 triliun.

Secara keseluruhan, kredit UMKM berkontribusi sebesar 28% dari seluruh kredit Danamon. Kredit untuk segmen komersial mencapai Rp 15 triliun, sedangkan kredit korporasi mencapai Rp 17,5 triliun. Kredit otomotif melalui Adira Finance mencapai Rp 49,6 triliun, atau tumbuh sebesar 3% dibanding pada akhir Desember 2013,”Pembiayaan perdagangan atau trade finance Danamon mencatat Rp 24,8 triliun, atau pertumbuhan sebesar 26% pada Desember 2014 dibanding tahun sebelumnya,” imbuh Vera.

Vera mengatakan, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) berada pada kisaran 2,3%, sedangkan rasio biaya kredit berada pada posisi 2,8%. Bank Danamon, kata Vera, membukukan pertumbuhan pada giro dan tabungan atau current account and saving (CASA) sebesar Rp 58 triliun atau tumbuh 10% dibanding 2013. Giro dan tabungan berkontribusi sebesar 49% dari total dana pihak ketiga Danamon. Sementara, deposito atau time deposit tercatat sebesar Rp 60 triliun atau tumbuh 4% disbanding tahun sebelumnya. (bani)

Related posts