SR-007 Ditetapkan Jadi Penerbitan Sukuk Ritel Terbesar

NERACA

Jakarta - Penjatahan Sukuk Ritel Negara seri SR-007 yang ditetapkan pada Senin (9/9), sebesar Rp21,965 triliun dengan jumlah investor sebanyak 29.706 investor menjadi penerbitan sukuk ritel terbesar. "Angka ini naik dari tahun lalu yang hanya Rp19,3 triliun dan menjadi penjatahan terbesar untuk penerbitan Sukuk Negara Ritel," kata Direktur Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan, dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, tingginya animo masyarakat menyebabkan penjatahan SR-007 melebihi target. Para agen penjual mengajukan kenaikan kuota menjadi Rp2 triliun dari yang semula ditargetkan sebanyak Rp20 triliun menjadi Rp22 triliun. Robert pun menyambut gembira antusias masyarakat Indonesia pada Sukuk Ritel Negara seri SR-007 yang sekaligus ikut berperan dalam pembangunan negara.

Walaupun secara kuota mengalami peningkatan, namun jika membandingkan angka investor sukuk tahun ini dengan tahun lalu mengalami penurunan dari sekitar 34 ribu investor menjadi 29 ribu investor. Menurut Robert, hal ini merupakan hal baik karena angka tersebut menunjukkan minat beli masyarakat semakin tinggi untuk berinvestasi melalui instrumen sukuk.

Minat beli yang tinggi itu menurut dia disebabkan oleh semakin baiknya edukasi mengenai instrumen sukuk ritel terhadap masyarakat dan agen penjual yang semakin berpengalaman serta inovatif dalam memasarkan sukuk ritel.

Dia mengatakan wilayah DKI Jakarta menempati urutan pertama pada penyebaran investor Sukuk berdasarkan geografis dengan nominal penjatahan sebanyak Rp8,5 miliar dan jumlah investor 9.787 orang. Kemudian diurutan kedua adalah Jawa Timur dengan nominal penjatahan Rp3,45 miliar dan jumlah investor 4.761 diikuti Jawa Barat dengan jumlah penjatahan Rp2,847 miliar dan jumlah investor 4.650 orang.

Sebanyak 41,5% volume penjualan terbesar dilakukan oleh kelompok wiraswasta dengan kelompok umur terbanyak pada jenjang 41 hingga 55 tahun sebanyak 36%. SR-007 telah dilakukan masa penawaran dari 23 Februari - 6 Maret 2015 dengan minimal pembelian Rp5 juta dan maksimal Rp5 miliar, tenor 3 tahun dengan imbalan 8,25% per tahun, penerbitan sukuk 11 Maret 2015 dan pendaftaran di Bursa Efek Indonesia pada 12 Maret 2015.

Sejak awal penerbitannya, sampai saat ini sudah ada tiga sukuk ritel yang jatuh tempo, yaitu SR-001 pada 2012, SR-002 pada 2013 dan SR-003 pada 2014. "Nilai total penerbitan Sukuk Negara Ritel sampai 2014 sebesar Rp68,82 triliun, dan total outstanding sampai Desember 2014 sebesar Rp47,91 triliun," kata dia.

Sementara itu "underlying asset" untuk proyek-proyek pemerintah dari sukuk ini dialokasikan kepadan Kementerian Perhubungan untuk pembangunanan pelabuhan, landasan pacu, stasiun, jalan dan jembatan.

Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan tinggi dialokasikan untuk rehabilitasi gedung perguruan tinggi, pada Kementerian Agama untuk pengadaan tahan gedung dan bangunan dan Kementerian Pembangunan Umum untuk, pembangunan jalan, jembatan pemeliharaan rutin jalan dan lainnya. [ardi]

Related posts