Pendapatan Telkom Capai Rp 89,70 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sepanjang tahun lalu meraih pendapatan sebesar Rp89,70 triliun, tumbuh 8,11% dibanding tahun sebelumnya senilai Rp82,97 triliun. Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (9/3) di jelaskan, naiknya pendapatan tersebut diikuti meningkatnya beberapa beban, seperti beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi yang naik menjadi Rp22,29 triliun dari Rp19,33 triliun.

Selain itu, beban penyusutan dan amortisasi menjadi Rp17,13 triliun dari Rp15,78 triliun dan beban pemasaran bertambah menjadi Rp3,09 triliun dari Rp3,04 triliun. Kendati demikian, perusahaan telekomunikasi plat merah ini berhasil memangkas beban karyawan menjadi Rp9,62 triliun dari Rp9,73 triliun, beban interkoneksi menjadi Rp3,96 triliun dari Rp4,15 triliun, beban lain-lain menjadi Rp396 miliar dari Rp480 miliar.

Perseroan juga mampu menekan rugi selisih kurs sepanjang 12 bulan sebesar 94,38% menjadi Rp14 miliar dibanding 2013, yang mencapai Rp249 miliar. Akibatnya, laba tahun berjalan perseroan tercatat sebesar Rp21,45 triliun, meningkat 5,72% dibanding tahun sebelumnya Rp20,29 triliun. Sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik tipis 3,10% menjadi Rp14,64 triliun dari Rp14,20 triliun.

Sementara laba per saham dasar dan dilusian menguat tipis menjadi Rp149,83 dibanding tahun 2013 sebesar Rp147,42/lembar. Adapun jumlah aset perusahaan pada akhir tahun lalu mencapai Rp140,89 triliun, dengan total utang Rp54,77 triliun. Jumlah itu meningkat dibanding tahun sebelumnya, di mana aset sebesar Rp127,95 triliun, dengan total utang Rp50,53 triliun.

Asal tahu saja, tahun ini Telkom menargetkan pendapatan sebesar Rp 100 triliun dengan ekspansi bisnis di 10 negara. Di tahun lalu, perseroan melalui anak perusahaannya, PT Telkom International (Telin), mengakuisisi Contact Centres Australia (CCA) pada akhir September 2014. Akuisisi tersebut merupakan upaya perseroan untuk merambah pasar Selandia Baru.

Ini berarti, Telkom sudah masuk pasar delapan negara, yaitu Singapura, Hong Kong, Myanmar, Malaysia, Amerika Serikat, Timor Leste, Australia, dan Selandia Baru. Arief Yahya, Direktur Utama Telkom, mengatakan perseroan tengah mematangkan rencana untuk merambah Makau dan Arab Saudi,”Kami pasti akan melakukan sinergi bisnis di luar negeri dengan yang ada di dalam negeri, dengan berbagai anak usaha lain di dalam Grup Telkom,” kata Arief Yahya eks Dirut Telkom yang sekarang menjabat Menteri Pariwisata.

Selain itu, perseroan juga batal mengakuisisi operator telekomunikasi asal Selandia Baru, Two Degress Mobile Ltd (2degress) lantaran tidak adanya kecocokan soal harga. Meskipun batal, sebagai penggantinya, perseroan menjajaki peluang untuk bekerja sama (partnership) dengan operator telekomunikasi di beberapa negara, khususnya yang berada di wilayah Asia dan Timur Tengah,”Hal ini sebagai bagian dari program international expansion perusahaan yang telah direncanakan sejak tahun 2013,”ungkap VP Investor Relations Telkom, Prakoso Imam Santoso. (bani)

BERITA TERKAIT

Investasi Kota Tangerang Capai Rp2,7 Triliun

Investasi Kota Tangerang Capai Rp2,7 Triliun  NERACA Tangerang - Nilai investasi di Kota Tangerang, Banten, mencapai Rp2,7 triliun hingga Mei…

DPRD Jabar Apresiasi Capaian Pendapatan Sektor Pajak

DPRD Jabar Apresiasi Capaian Pendapatan Sektor Pajak  NERACA Bandung - DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengapresiasi capaian pendapatan dari sektor…

Kemensos Pede Kenaikan PKH Rp32 Triliun Disetujui DPR

    NERACA Jakarta – Kementerian Sosial optimistis kenaikan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) hingga dua kali lipat mencapai Rp32…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…