Alfamart Bukukan Laba Rp 533,54 Miliar

Sepanjang tahun 2014 lalu, Group PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) meraih laba bersih sebesar Rp533,54 miliar atau turun 0,8% dari posisi sebesar Rp538,35 miliar di akhir 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, perseroan juga membukukan laba per saham ikut turun menjadi Rp14,11 per saham di 2014, dari posisi sebesar Rp14,26 per saham di 2013. Laba bruto naik menjadi Rp7,07 triliun di akhir tahun lalu, dari posisi sebesar Rp6,31 triliun di akhir 2013. Laba usaha perseroan menjadi Rp1,16 triliun, atau naik 22,79% dari posisi sebesar Rp944,65 miliar di tahun 2013.

Biaya keuangan menjadi Rp466,49 miliar di akhir 2014, atau naik 61,88% dari posisi sebesar Rp288,16 miliar di akhir 2013. Sehingga membuat laba sebelum pajak naik ke posisi Rp702,95 miliar di akhir 2014, dari posisi sebesar Rp667,02 miliar di 2013.

Pendapatan perseroan menjadi Rp41,77 triliun di akhir 2014, atau naik 19,71% dari posisi sebesar Rp34,89 triliun di 2013. Beban pokok perseroan naik menjadi Rp34,10 triliun di 2014, dari posisi sebesar Rp28,57 triliun di akhir 2013. Beban pajak perseroan menjadi Rp130,63 miliar di 2014, atau naik 21,88% dari posisi sebesar Rp107,18 miliar di tahun 2013.

Hingga akhir 2014 pun, total aset perseroan menjadi Rp13,99 triliun di tahun lalu, atau naik 27,64 persen dari posisi sebesar Rp10,96 triliun di akhir 2013. Tahun ini, perseroan tengah agresif mengembangkan bisnisnya dengan memperluas jaringan di kawasan Indonesia Timur.

General Manager Small and Micro Bussines, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Willianto Susilo pernah bilang, Alfamart akan terus melakukan ekspansi di Indonesia Timur di tahun 2015. "Mulai tahun ini, kami akan fokus pengembangan pasar di Indonesia Timur (Intim),”ungkapnya.

Kata Willianto, Indonesia Timur khususnya Sulawesi Utara (Sulut) memiliki potensi cukup baik, apalagi animo masyarakat belanja ke ritel modern sangat tinggi. "Orang Manado terkenal dengan jiwa konsumtifnya yang tinggi, sehingga belanja di ritel modern menjadi priorotas saat ini," tukasnya. (bani)

Related posts