Agung Podomoro Tawarkan Bunga 11,25% - Terbitkan Obligasi Rp 99 Miliar

NERACA

Jakarta – Perusahaan properti, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) bakal menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap IV tahun 2015 sebesar Rp99 miliar berjangka waktu lima tahun dengan bunga tetap 11,25% per tahun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (9/3).

Sekretaris Perusahaan APLN, F Justini Omas mengemukakan, obligasi berkelanjutan I tahap IV tahun 2015 itu merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan I Agung Podomoro Land dengan target dana sebesar Rp2,5 triliun. Disebutkan, obligasi berkelanjutan I tahap IV itu memperoleh peringkat idA (single A) yang dikeluarkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Dia menambahkan, pembayaran bunga obligasi akan dilakukan pada tanggal 25 Juni 2015, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir akan dilakukan pada tanggal jatuh tempo obligasi yaitu pada tanggal 25 Maret 2020. Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.

Rencananya, dana yang diperoleh dari hasil obligasi berkelanjutan I tahap IV itu akan digunakan untuk pengembangan usaha di bidang properti di Jakarta, Karawang, Bandung, Bali dan Balikpapan, baik melalui perseroan maupun melalui entitas anak,”Penggunaan dana dapat dilakukan dengan pengembangan proyek properti, maupun akuisisi lahan dan atau akuisisi perusahaan yang telah memiliki proyek properti dan atau yang telah memiliki lahan untuk dikembangkan dan atau yang telah memiliki izin pengembangan suatu lahan," paparnya.

Kata Justini, penyaluran dana kepada entitas anak akan diberikan oleh perseroan dalam bentuk pinjaman dengan tingkat bunga wajar yang berlaku pada saat pinjaman diberikan dan atau melalui penyertaan modal,”Apabila dana yang dipinjamkan oleh perseroan kepada entitas anak dikembalikan, maka Perseroan akan menggunakan dana tersebut sebagai modal kerja, antara lain untuk biaya operasional perseroan," ujarnya.

Dipaparkan, masa penawaran umum berkelanjutan I tahap IV dimulai pada tanggal 19-20 Maret 2015. Masa penjatahan pada 23 Maret 2015, perkiran tanggal distribusi secara elektronik pada 25 Maret 2015, dan perkiraan pencatat obligasi di BEI pada tanggal 26 Maret 2015. APLN telah menunjuk PT Bahana Securities selaku penjamin emisi obligasi dalam aksi korporasi itu. Sedangkan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bertindak sebagai wali amanat.

Sebagai informasi, saham PT Agung Podomoro Land Tbk sempat mengalami koreksi cukup signifikan menyusul izin reklamasi proyek Pluit City yang dikantongi pada 23 Desember 2014, dinilai Kementerian Kelautan dan Perikanan bersifat ilegal. Tercatat saham APLN berada di level Rp 453 per saham atau turun Rp 3 dari posisi Rabu (4/3) di posisi Rp 456 per saham. Dengan demikian, sejak 20 Februari 2015, saham APLN sudah turun Rp 18 (38 persen) ke level Rp 453 per saham.

Sejumlah pelaku pasar menengarai tertekannya saham APLN dalam 10 hari perdagangan dipicu sengketa izin reklamasi Pluit City antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pelaku pasar khawatir, investasi raksasa senilai Rp 25 triliun di proyek Pluit City milik Agung Podomoro terkatung-katung akibat tarik menarik dua instansi pemerintah tersebut. Padahal, proses penggarapan megaproyek ini sudah dimulai melalui pembangunan Baywalk Mall atau yang lebih dikenal dengan nama Green Bay di kawasan Pluit, Jakarta Utara. (bani)

Related posts