Bank Sulselbar dan PNM Komitmen Berdayakan UMKM

NERACA

Jakarta- Bank Sulselbar dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) memperkuat komitmen kerjasama pemberdayaan UMKM di Tanah Air melalui penyaluran pinjaman sebesar Rp100 Miliar. Nota perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja dan Direktur Utama Bank SULSELBAR Andi Muhamad Rahmat dengan disaksikan oleh Direktur Keuangan dan Operasional PNM Kemas Hasani dan Muchlis Patahna, SH, MKn pihak NOTARIS.

Parman Nataatmadja menuturkan perjanjian kredit pembiayaan ini merupakan bentuk peningkatan kepercayaan Bank SULSELBAR kepada PNM, selaku lembaga keuangan non-bank milik Negara yang dikhususkan membantu pembiayaan UMKM.”Dengan menjadikan PNM sebagai mitra bisnisnya, BANK SULSELBAR telah menunjukan keberpihakannya terhadap UMKM,” tuturnya di sela acara Penandatangan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan antara PNM dan Bank Sulselbar, di Jakarta, Jumat (6/3), pekan lalu.

Menurut Parman, tujuan dari kerja sama kredit ini adalah untuk menunjang pengembangan Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) dalam membiayai UMKM. Hal ini juga merupakan bagian dari strategi PNM dalam menyediakan pendanaan jangka pendek yang fleksibel. Melalui fasilitas pinjaman tersebut, PNM akan dapat lebih berkiprah dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil di wilayah SulSel dan SulBar.

Parman menambahkan PNM sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), telah mendapat tugas dari pemerintah dan legislator melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) 2015 sebesar Rp1 Triliun untuk membantu pengembangan UMKM dan meluaskan jaringan hingga tahun 2017 sebanyak 1200 jaringan.

Muhammad Rahmat menuturkan bahwa kerja sama Penyaluran Kredit dan Pembiayaan UMKM ini terdiri atas 2 pola pembiayaan, yaitu pembiayaan Syariah sebesar Rp50 Miliar dan kredit Konvesional sebesar Rp50 Miliar.“Merupakan suatu langkah besar bagi Bank SULSELBAR sebagai Bank Daerah untuk berkontribusi dalam pengembangan UMKM bersama PT PNM (Persero)” tuturnya setelah acara penandatanganan.

Hingga saat ini layanan PNM telah menjangkau 27 provinsi, di 295 kabupaten dan 2.865 kecamatan. Hingga akhir tahun 2014, PNM telah memiliki 716 Kantor Layanan termasuk 578 Kantor Unit Layanan Modal Mikro yang lebih dikenal sebagai ULaMM PNM. Dengan rencana penambahan jaringan layanan di tahun 2015, PNM akan dapat menjangkau lebih dari 3.000 kecamatan di Indonesia.

Khusus di wilayah Sulawesi saat ini PNM telah memiliki 45 unit dan di Manado sebanyak 16 unit. Mengenai program pembinaan dan peningkatan kapasitas usaha UMKM, intensitas kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha yang dilakukan PNM juga mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya. Selama 2014, PNM telah melaksanakan 337 kali pelatihan yang diikuti oleh 15.381 pelaku UMKM. [mohar]

Related posts