MNC Kapital Dalam Pengawasan BEI

NERACA

Jakarta –Lantaran mengalami peningkatan harga dan aktivitas saham di luar kewajaran atau Unsual Market Activity (UMA), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengawasi perkembangan pola transaksi saham BCAP milik PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP). Informasi tersebut di sampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy mengatakan, pihak BEI telah meminta konfirmasi terkait hal ini kepada PT MNC Kapital Indonesia. Maka sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BCAP, Irvan menegaskan, bursa mengharapkan para investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas konfirmasi Bursa.

Selain itu, dia menambahkan, investor juga diharapkan untuk mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. Pengumuman UMA, ditambahkannya, tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dibidang pasar modal.

Sebagai informasi, saat ini PT MNC Kapital Indonesia Tbk menjadi pemegang saham pengendali MNC Bank sebesar 38,95%. Sebelumnya komposisi kepemilikan saham MNC Bank per Oktober 2014 adalah MNC Kapital Indonesia sebesar 35%, ICB Financial Group Holdings AG sebesar 33%, Citibank Singapore S/A BK Julius Baer & Co Ltd sebesar 5%, dan masyarakat sebesar 27%.

PT MNC Kapital Indonesia Tbk sepanjang sembilan bulan tahun 2014 mengantongi pendapatan sebesar Rp686 miliar atau tumbuh 35% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp509 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, perolehan pendapatan tersebut sekitar 45% dikontribusi dari MNC Finance dan 41% dari MNC Life dan MNC Insurance. Sedangkan MNC Securities menyumbang 7%, dan MNC Asset Management sekitar 5% terhadap pendapatan konsolidasi.

Adapun pendapatan MNC Finance naik 45% menjadi Rp308,5 miliar dari Rp212,8 miliar. Pendapatan tersebut disumbang dari pembiayaan konsumen mencapai 70,5%, dan pendapatan murabahah (pembiayaan bank syariah) sekitar 19,4%. Selain itu, dari pendapatan sewa pembiayaan dan operasi 5,5%, sekitar 4,4% dari pendapatan sewa Al Ijarah dan 0,2% dari anjak piutang.

Sementara pendapatan MNC Life hingga akhir September tumbuh 25% menjadi Rp183,7 miliar dari Rp147,1 miliar. Jumlah agen sales tumbuh menjadi 7.656 dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.724. MNC Life pada kuartal IV tahun 2014 membuka dua kantor pemasaran baru, sehingga jumlahnya meningkat menjadi 25 dari 23 kantor yang dimiliki saat ini. (bani)

Related posts