Jasa Marga Getol Garap Proyek Tol Baru - Akuisisi Tiga Ruas Milik TCI

NERACA

Jakarta – Ambisi PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menjadi perusahaan jalan tol terbesar di Indonesia dan Asia terus di tunjukkan dengan gentol membidik proyek pembangunan jalan tol baru dan termasuk mengakuisisi tiga ruas tol yang konsesi sebelumnya di miliki oleh PT Thiess Contractors Indonesia (TCI).

Corporate Secretary JSMR David Wijayatno mengungkapkan bahwa ketiga ruas tol tersebut, yaitu Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono dan Cinere-Serpong,”Status terakhir masih dalam tahap negosiasi dengan PT CTI sebagai pemilik mayoritas," kata David dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, porsi pemerintah dalam pengerjaan pembangunan konsesi ruas Solo-Ngawi sebesar 22,23 kilometer (km) dari 91,9 km."Pada ruas Ngawi-Kertosono porsi pemerintah sebesar 38,69 km dari 87,15 km," paparnya.

Dalam proses akuisisi ruas Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono, David menuturkan, perseroan telah menggandeng PT Waskita Toll Road untuk bekerja sama sebagai mitra. Sebagai informasi, tahun ini perseroan tengah agresif mengembangkan beberapa ruas jalan tol, disamping pembangunan 9 ruas jalan tol baru. Menyadari bisnis jalan tol membutuhkan pendanaan yang kuat dan proses panjang, belum lagi ditambah proses pembebasan lahan menjadi tantangan sendiri yang harus di hadapi perseroan.

Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan optimisme Jasa Marga untuk membidik beberapa proyek baru jalan tol yang akan ditenderkan pemerintah,”Saat ini, kita ikut tender pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja di Jawa Barat,”kata Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman.

Menurutnya, perseroan berharap besar terhadap proyek jalan tol di Jawa Barat karena menghubungkan beberapa ruas jalan tol yang sudah ada. Disamping itu, proyek ini juga mempertimbangkan efisiensi karena pembangunan jalan tol merupakan investasi yang besar.

Selain itu, lanjutnya, perseroan juga tengah membidik pembangunan ruas jalan tol Balikpapan- Samarinda,”Untuk proyek tol di kawasan timur, kita sudah kirim tim kesana dan ini prospek bagus karena akan ada kawasan ekonomi khusus,”ungkapnya.

Mengingat besarnya investasi untuk mengembangkan 9 ruas jalan tol dan termasuk beberapa ruas tol baru yang akan dibidik. Rencananya, tahun depan, perseroan bakal menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Kata Adityawarman, aksi korporasi ini merupakan upaya perseroan untuk memperoleh suntikan modal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Perseroan ingin menghimpun dana segar yang akan digunakan untuk ekspansi usaha, membayar pinjaman, atau untuk modal kerja,”Kami berencana menggelar aksi korporasi penerbitan rights issue dengan target perolehan dana sebesar Rp7 triliun,”paparnya.

Dia menjelaskan, pada tahun ini tidak ikut menerima PMN karena belum memenuhi kesiapan lahan secara keseluruhan. Pasalnya, perseroan dalam mengarapkan PMN tidak hanya mengincar uangnya saja, tetapi juga kesiapan lahan konstruksinya,”Percuma ada uangnya tapi belum bisa digunakan, bisa jadi apa itu?" tandasnya. (bani)

Related posts