Laba Bersih PGN Terkoreksi 10,16%

Tahun 2014, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat penyusutan laba bersih sekitar 10,16% menjadi US$ 722,75 juta atau setara Rp9,03 triliun (kurs Rp12.500/USD) dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 804,45 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, susutnya laba tersebut akibat turunnya laba kurs menjadi US% 47,45 juta dari US$ 83,90 juta dan laba perubahan nilai wajar derivatif menjadi US$ 2,18 juta dari US$ 70,18 juta. Selain itu, meningkatnya beban keuangan menjadi US$ 75,57 juta dari US$ 21,86 juta dan kondisi harga pasar minyak dunia, khususnya entitas anak PT Saka Energi Indonesia (SEI) berdampak pada penurunan nilai aset minyak dan gas (migas) sebesar US$ 34,66 juta.

Sementara pendapatan bersih perusahaan tumbuh 13,67% menjadi US$3,41 miliar atau setara Rp42,62 triliun dibanding tahun sebelumnya senilai US$ 3 miliar. Naiknya pendapatan tersebut didukung meningkatnya volume penjualan dari usaha distribusi sebesar 5% menjadi 865 MMSCFD dibanding tahun sebelumnya 824 MMSCFD.

Selain itu, juga meningkatnya pendapatan dari produksi migas melalui SEI. Sedangkan dari usaha transmisi, PGN dan anak usaha PT Transportasi Gas Indonesia mengalirkan gas sebanyak 852 MMSCFD dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 854 MMSCFD.

Dari sisi beban pokok pendapatan, terdapat kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 22,7% menjadi US$ 1,94 miliar, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 1,58 miliar. Hal ini diakibatkan oleh peningkatan beban pengoperasian minyak dan gas, adanya harga beli LNG dan beban pengoperasian FSRU sejak November 2014 dan kenaikan harga beli gas dari pemasok mulai 1 April 2013. (bani)

Related posts