Apexindo Incar Pendapatan Tumbuh 20%

NERACA

Jakarta – Tahun ini, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) membidik pendapatan tumbuh sekitar 20% menjadi 270 juta dolar Singapura atau setara Rp2,54 triliun (kurs Rp9.400) dibanding tahun lalu senilai 225 juta dolar Singapura.

Vice President Director PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) Erwin Sutanto mengatakan, target pendapatan tersebut akan didorong dari rig baru yang sedang beroperasi di Malaysia. Adapun rig milik perseroan yang beroperasi saat ini sekitar 12-13 unit,”Meski pasar bergejolak dengan adanya penurunan harga minyak yang secara tidak langsung mempengaruhi perusahaan, kami masih yakin kalau pendapatan perusahaan tahun ini akan meningkat hingga 20% dibanding tahun lalu," ujarnya di Jakarta,kemarin.

Menurutnya, penurunan harga minyak dunia membawa dampak bagi industri jasa minyak dan gas bumi (migas). Harga jual minyak yang murah diperkirakan akan membuat kontraktor migas cenderung melakukan efisiensi dengan mengurangi aktivitas eksplorasi.

Di tempat yang sama, President Commisioner APEX Agustinus Irawan mengatakan, secara tidak langsung penurunan harga minyak dunia akan berdampak pada bisnis perusahaan di sektor jasa migas,”Dengan bergejolaknya harga minyak dunia yang menurun saat ini, itu akan berdampak pada perusahaan. Kendati demikian, APEX akan tetap melanjutkan aktivitasnya sebagai perusahaan jasa pengeboran migas," jelas dia.

Selain itu, pesrreoan sedang menjalankan kontrak dengan perusahaan minyak asal Malaysia, yaitu Petronas. Nilai dari kontrak tersebut sekitar US$ 100 juta dengan masa kontrak selama dua tahun."Hasil dari kontrak jasa migas kami ini, nantinya akan mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan pada tahun ini,”kata Irawan.

Selain itu, perseroan juga berencana menerbitkan obligasi dalam bentuk mata uang dolar Singapura (SGD) pada tahun ini dengan nilai maksimal sebesar 500 juta dolar Singapura atau sekitar Rp4,73 triliun. Rencananya, obligasi ini akan diluncurkan pada kuartal II/III tahun ini. "Baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan tujuan untuk meminta persetujuan kepada manajemen atau pemegang saham. Terkait penerbitan obligasi tersebut. Hasilnya, pemegang saham telah menyetujui atas rencana perseroan,”ungkap Erwin Sutanto.

Kata Erwin, tujuan penerbitan surat utang tersebut untuk refinancing (pembayaran kembali utang) atas utang perseroan pada beberapa bank,”Perseroan bakal mempercepat pembayaran utangnya ke bank-bank tersebut yang akan jatuh tempo pada 2018," kata dia.

Disamping itu, pihaknya juga ada satu sindikasi loan di akhir 2014 senilai 380 juta dolar Singapura dari 10 bank seperti Standard Chartered Bank, Eximbank, DBS Bank, QNB, dan BRI. Pinjaman sindikasi tersebut diperoleh pada 2013 dan akan jatuh tempo pada 2018. Obligasi ini akan diluncurkan secara bertahap sampai maksimum nilainya 500 juta dolar Singapura. Persetujuannya, mulai kemarin hingga satu tahun ke depan dan berjangka waktu selama lima tahun. (bani)

Related posts