Menko Indroyono Dukung SDM Maritim Berkembang

NERACA

Banyuwangi – Guna mendukung komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) untuk terus berperan dalam menghasilkan SDM andal dalam mengelola potensi kelautan dan perikanan secara berkelanjutan melalui kegiatan pelatihan, pendidikan, dan penyuluhan. Demikian disampaikan Kepala BPSDM KP Suseno Sukoyono mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan pada acara pembukaan acara Akselerasi Sertifikasi Kompetensi Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, di Balai Pendidikan dan Pelatihan (BPPP Banyuwangi), Jawa Timur, Jumat pekan lalu, dikutip dari siaran resmi Kemenko Kemaritiman, Minggu.

Pengembangan SDM kelautan dan perikanan berbasis kompetensi dalam sistem yang dikembangkan sejak perencanaan, rekrutmen, pendidikan dan pelatihan, dan pemeliharaan didasarkan kepada StandarKompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Kompetensi Kerja Khusus (SK-3), dan standar kompetensi kerja Internasional. Bahkan SK-3 telah menjadi standar kerja internasional. dalam pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing, salah satu langkah preventif yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kapasitas SDM pemantau kapal penangkap ikan dan pengangkut ikan atau disebut sebagai observer. Untuk meningkatkan kapasitas observer, salah satunya dilakukan melalui pelatihan. Pelatihan observer sampai dengan saat ini sudah dilakukan bagi 446 observer, terdiri dari 24 orang di BPPP Medan, 164 orang di BPPP Tegal, 36 orang di BPPP Banyuwangi, 37 orang di BPPP Aertembaga, 105 di BPPP Ambon.

Kemenko Bidang Kemaritiman dalam upaya mendorong pengembangan SDM berbasis maritim, beberapa waktu yang lalu mengadakan rapat koordinasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan sepakat untuk mengoptimalkan sekitar 900-an Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bidang Perikanan dan Kelautan di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) mendukung Pembangunan Kemaritiman di Indonesia. Menko Maritim Indroyono Susilo mengatakan SMK Perikanan danK elautan, yang memiliki program studi antara lain Nautika Kapal Penangkap Ikan, Teknika Kapal Penangkap Ikan, Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, Agribisnis Perikanan dan Agribisnis Rumput Laut perlu segera ditingkatkan kemampuannya hingga memiliki kemampuan sertifikasi International Maritime Organization (IMO). Menko Kemaritiman dan Mendikbud juga sepakat untuk menetapkan 10 SMK Perikanan dan Kelautan Unggulan di Jawa Barat, Jawa Tengah, JawaTimur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Tual, dan Sulawesi Utara sebagai SMK Percontohan.

Pada kunjungan kerjanya di Banyuwangi ini, Menko Bidang Kemaritiman menyampaikan arahan dalam acara Pelatihan Ankapin III bagi Nelayan Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 26 orang, Pelatihan Atkapin III bagi Nelayan Wilayah Perbatasan Kab. Rotendao sebanyak 5 orang, Pelatihan TOC bagi Pengelola P2MKP sebanyak 30 orang, Pelatihan Asessor KP sebanyak 30 orang, Pelatihan Wilayah Perbatasan sebanyak 60 orang (Kab. Kupang dan Kab. Alor), dan Pelatihan di P2MKP wilayah Kerja BPPP Banyuwangi sebanyak 1.050 orang.

Related posts