BEI Dorong Perusahaan di Jatim Go Public - Pendalaman Pasar Modal

NERACA

Surabaya – Ambisi perkuat investor lokal guna meningkatkan likuiditas transaksi di bursa, terus di galakkan PT Bursa Efek Indonesia dengan berbagai cara dan termasuk mendorong perusahaan lokal di Tanah Air segera "go public" melalui penawaran saham perdana mereka di pasar modal agar bisnis yang dijalankan semakin berkembang pada masa mendatang,”Apalagi pasar modal memberikan akses pendanaan yang tidak terbatas. Bahkan, target pertumbuhan ekonomi tujuh persen tidak bisa hanya didanai dari perbankan sehingga perlu pasar modal," kata Direktur Pengembangan BEI Frederica Widyasari Dewi di Surabaya, kemarin.

Menurut dia, tahun 2015 saat yang tepat untuk perusahaan termasuk yang berbasis perusahaan keluarga untuk memperkuat bisnisnya. Di sisi lain, per Desember 2015 sudah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),”Bisnis mereka butuh dukungan permodalan agar bisa bertahan menghadapi persaingan," ujarnya.

Dia menjelaskan, indeks saham di Indonesia sekarang tumbuh 400% dibandingkan tahun lalu. Angka itu merupakan pertumbuhan tertinggi dibandingkan pasar modal dunia dan emerging market atau negara Brazil, Rusia, India, dan Tiongkok. Sementara, kini kapitalisasi saham BEI sudah Rp5.400 triliun dengan nilai rata-rata perdagangan Rp6,7 triliun.

Menurutnya, jumlah tersebut memang baru sepersepuluh dari rata-rata perdagangan di negara-negara seperti Hong Kong atau Singapura tapi pertumbuhannya melebihi negara tersebut. Oleh sebab itu, BEI gencar melakukan edukasi pasar modal ke masyarakat. Dengan begitu, akan muncul investor baru di seluruh Nusantara. Bahkan, calon penanam modal itu bisa dari berbagai kalangan masyarakat,”Sampai sekarang tercatat 506 perusahaan yang tercatat di bursa saham Indonesia dan 28 di antaranya asal Jawa Timur. Dari 28 emiten tersebut dana yang diperoleh sekitar Rp5 triliun," katanya.

Kata Frederica, sejumlah perusahaan dari Jatim yang nilai kapitalisasi pasarnya meningkat setelah menjadi emiten di pasar modal seperti PT Pakuwon. Perusahaan properti yang sudah listing sejak tahun 1989 kapitalisasi pasarnya sudah meningkat sampai 392 persen. Lalu, PT Gudang Garam yang nilai kapitalisasi pasarnya naik dari Rp995 miliar menjadi Rp105 triliun,”Kemudian, PT Semen Indonesia (dulu Semen Gresik) naik sampai 17.000 persen,"tuturnya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Saifullah Yusuf meyakini, provinsi itu mampu merealisasi obligas daerah pada tahun 2016 karena besarnya potensi ekonomi di wilayah tersebut,”Dengan prospek yang sangat menjanjikan itu, kami optimistis obligasi daerah bisa dimanfaatkan untuk proyek pengembangan infrastruktur di Jatim," ungkapnya.

Dia mencontohkan, sejumlah pengembangan itu di antaranya pengoptimalan bandara, pelabuhan, dan jalan tol. Bahkan, bisa juga dialokasikan untuk mendanai proyek pembangunan infrastruktur lainnya seperti trem dari Bandara Internasional Juanda ke dalam kota Surabaya,”Kami harap pengadaan obligasi daerah ini memang ditujukan untuk sektor ekonomi yang menguntungkan pada masa depan," ujarnya. (ant/bani)

Related posts