Waskita Karya Incar 10 Proyek Bendungan

NERACA

Jakarta – Tahun 2015 sebagai tahun infrastruktur, rupanya tidak mau dilewatkan begitu saja oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT) untuk mengejar pertumbuhan kinerja menjadi lebih baik lagi. Selain jalan tol, Waskita Karya tengah membidik 10 kontrak proyek pembangunan bendungan tahun ini. Sedangkan empat proyek bendungan telah didapatkan perseroan senilai Rp 1,69 triliun tahun lalu.

Keempat proyek bendungan yang sedang dikerjakan adalah waduk Gondang di Jawa Tengah senilai Rp 561 miliar, bendungan Batang Sinarmar di Padang Sumatera Barat sebanyak Rp 266 miliar, bendungan Tritip di Balikpapan Kalimantan Timur mencapai Rp 226 miliar, dan bendungan Raknamo di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak Rp 646 miliar. Keempat proyek ini diperoleh perseroan melalui proses tender pada tahun lalu.

Sekretaris Perusahaan Anton Y Nugroho mengatakan, proyek bendungan yang ditawarkan kemungkinan meningkat tahun ini, karena masuk dalam program prioritas infrastruktur pemerintah. Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berniat membangun sebanyak 13 waduk baru sepanjang 2015,”Melihat peluang itu, kami menargetkan pengerjaan enam proyek bendungan baru. Saat ini, kami belum tahu nilainya hingga pemerintah menenderkan proyek tersebut,”ujar Anton di Jakarta, kemarin.

Dari sisi investasi, menurut dia, nilai proyek bendungan tidak sebesar jalan tol atau transmisi listrik. Pembiayaan proyek ini akan mengandalkan dana kas internal perseroan. Sedangkan kucuran dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 3,5 triliun melalui rights issue kemungkinan dimanfaatkan untuk menggenjot jalan tol dan transmisi listrik.

Sejak awal tahun hingga 20 Feburari 2015, Waskita telah mengantongi delapan proyek konstruksi baru senilai total Rp 691,2 miliar. Proyek tersebut terdiri atas joint operation landskap bandara Soekarno-Hatta bersama Hyundai Corporation senilai Rp 253 miliar, akses ducting utilitas bandara Soekarno-Hatta Rp 253 miliar.

Perusahaan konstruksi pelat merah ini juga memenangkan proyek pengerjaan jalan akses Kali Baru Rp 69,4 miliar, FO Pegangsaan Rp 31,5 miliar, pekerjaan jembatan tulur aji jejangkat Kalimantan Timur Rp 30,9 miliar, serta pembangunan gedung rumah sakit Stella Maris di Makassar Rp 60 miliar.

Tahun ini, di luar rencana rights issue, Waskita Karya menganggarkan belanja modal Rp 2 triliun. Perinciannya, belanja modal untuk bidang konstruksi sebesar 8 persen dari total budget, pengembangan bisnis betok pra cetak (precast) sebesar 15 persen, pengembangan bisnis properti hingga 50 persen, dan pengembangan investasi di bidang jalan tol sebesar 17 persen.

Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Choliq pernah mengatakan, jika rights issue terealisasi tahun ini, perseroan bakal mencari pinjaman hingga Rp 10 triliun. “Kami akan ekspansi tol cukup banyak, selain dari rights issue, kami butuh pinjaman sendiri, minimal dua kali lipat dari perolehan rights issue,” kata dia belum lama ini.

Perseroan memproyeksikan akan melakukan rights issue sebelum Juni 2015. Sambil menuju ke sana, perseroan tengah menilai sejumlah penjamin emisi (underwriter) BUMN untuk membantu aksi korporasi perseroan. Per akhir 2014, total liabilitas emiten berkode WSKT ini mencapai Rp 9,63 triliun pada tahun lalu, naik tajam dari sebelumnya Rp 6,40 triliun. Ekuitas perseroan mencapai Rp2,84 triliun dari sebelumnya Rp 2,38 triliun.

Waskita pun menjadi emiten BUMN dengan pertumbuhan laba bersih paling tinggi. Sepanjang 2014, perseroan berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 501,53 miliar pada 2014, naik 36,2 persen dibanding laba bersih tahun 2013 Rp 368,05 miliar. Kenaikan laba bersih itu membuat pendapatan perseroan naik 6,19 persen menjadi Rp 10,2 triliun. (bani)

Related posts