Penjualan Sepeda Motor Diprediksi Anjlok 15% - Daya Beli Melemah

NERACA

Jakarta - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan sepeda motor pada kuartal I tahun ini menurun hingga 15% akibat daya beli masyarakat yang melemah. “Melihat tingkat penjualan hingga akhir Februari 2015, penjualan kuartal I tahun ini diprediksi menurun sampai 15%. Penyebab turunnya penjualan sepeda motor adalah kenaikan harga gas dan kebutuhan pokok, penurunan harga komoditi, pelemahan rupiah, hingga tingginya suku bunga bank yang menyebabkan turunnya daya beli masyarakat,” kata Ketua bidang komersial AISI, Sigit Kumala, di Jakarta, Kamis (5/3).

Selain karena kondisi makro ekonomi, menurut Sigit, daya beli masyarakat juga menurun akibat turunnya harga komoditas seperti crude palm oil (cpo), karet dan produk tambang. “Penjualan di Sumatera dan Kalimantan sudah turun 15% hingga 20%. Tren itu sudah terlihat dari penjualan di bulan januari 2015 yang hanya 513.816 unit, atau turun 11,45% dibanding Januari tahun lalu yang mencapai 580.288 unit,” paparnya.

Jika dibandingkan dengan penjualan pada Desember 2014 yang mencapai 561.253 unit, lanjut Sigit, maka penjualan Januari 2015 turun sekitar 8,45%. “Penjualan kuartal I 2014 mencapai 1,9 juta unit, kuartal I tahun ini mungkin hanya 1,8 juta unit,” ujarnya.

Sigit menambahkan, pelambatan ekonomi berpengaruh besar terhadap daya beli masyarakat. Beban berat yang dirasakan masyarakat saat ini cenderung membuat konsumen menunda pembelian sepeda motor. “Kuartal dua kemungkinan kondisi sudah kembali stabil, ekonomi membaik dan masyarakat cenderung membeli sepeda motor karena mendekati lebaran,” tuturnya.

Sebelumnya penjualan sepeda motor sepanjang Januari 2015 turun 11% ketimbang periode yang sama 2014. Penurunan penjualan terjadi karena lesunya daya beli masyarakat. Mengacu data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor bulan Januari 2015 tercatat 513.816 unit, turun ketimbang penjualan bulan yang sama tahun 2014 lalu sebanyak 580.288 unit. Secara bulanan, jika dibandingkan dengan Desember 2014, penjualan Januari 2015 turun 8,45%.

Penurunan penjualan selama Januari 2015 dialami tiga merek besar, yaitu Honda, Yamaha dan Suzuki. PT Astra Honda Motor (AHM) selaku pemegang merek sepeda motor Honda mencatat penurunan penjualan sebesar 7% di Januari 2015, ketimbang 2014.

Thomas Wijaya, General Manager Sales Division Astra Honda Motor menjelaskan, ada dua faktor yang menyebabkan penurunan distribusi sepeda motor awal 2015 ini. Pertama, kenaikan harga kebutuhan pokok yang membuat konsumen memprioritaskan anggaran keluarga untuk mencukupi kebutuhan pokok. Kedua, "adanya transisi dari tipe lama ke tipe baru, sehingga konsumen wait and see," kata Thomas.

Walaupun penjualannya turun, namun Honda masih menjadi penguasa pangsa pasar sepeda motor di Indonesia dengan porsi 66,23% di Januari 2015. Pangsa pasar Honda ini turun ketimbang pangsa pasar Honda bulan Desember 2014 lalu di angka 67%.

Tak hanya di Januari, pelemahan penjualan sepeda motor ini diproyeksikan berlangsung sampai dengan bulan Februari 2015. "Dua hari belakangan, pengiriman produk kami dari pusat distribusi terganggu banjir," kata Thomas.

Tak hanya Honda, PT Suzuki Indomobil Sales selaku pemegang merek sepeda motor Suzuki, juga mencatat penurunan penjualan di Januari 2015. Yohan Yahya, General Manager Marketing 2-Wheel Suzuki Indomobil Sales bilang, penurunan penjualan terjadi karena ekonomi yang belum membaik. "Penurunan sudah terjadi sejak September 2014," kata Yohan.

Penjualan sepeda motor Suzuki selama Januari 2015 tercatat 11.679 unit, turun 61% jika dibandingkan dengan penjualan bulan yang sama tahun lalu sebanyak 30.012 unit. Untuk penjualan Februari ini, Suzuki juga pesimistis. "Kondisinya masih sama, iklim di sektor agribisnis masih lesu. Apalagi ditambah dengan kondisi banjir," terang Yohan.

Related posts