Kuningan Bisa Jadi Contoh Daerah Ketahanan Pangan

NERACA

Kuningan – Masalah pangan sepertinya tengah menjadi sorotan penting bagi Kuningan, apalagi Kuningan adalah daerah yang bisa menjadi titik ketahanan pangan. Jangan sampai ketahanan pangan tidak bisa dipenuhi karena selain bisa menyengsarakan rakyat, juga akan merugikan bagi pemerintah.

Demikian beberapa item yang bisa ditarik dari sosialisasi dan sinkronisasi ketahanan pangan oleh Dewan Ketahanan Pangan Kuningan, Kamis (15/9), di Student Centre Universitas Kuningan (UNIKU).

Menurut Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Program dan Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Eli Rosmayani, akses atas pangan yang cukup dan bergizi bagi setiap penduduk merupakan salah satu pemenuhan hak azasi manusia, Konsumsi pangan dan gizi yang cukup merupakan basis bagi pembentukan Sumber Daya Manusia yang berkwalitas.

“Ketahanan pangan merupakan basis bagi ketahanan ekonomi, bahkan ketahanan nasional suatu negara berdaulat. Oleh karena itu semua komponen baik pemerintah dan masyarakat perlu mensukseskan ketahanan pangan,” ujar Eli.

Sementara itu, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda yang hadir dalam kesempatan itu, mengatakan, untuk mendukung program peningkatan ketahanan pangan, Kabupaten Kuningan memiliki banyak potensi, di antaranya, lahan sawah seluas 29.078 ha dengan indek pertanaman padi rata-rata yaitu 200 %, tanah pangonan (gembalaan) seluas 1.619 ha, tegalan dan ladang huma seluas 27.141 ha, kolam empang seluas 545 ha dengan curah hujan 2.137 mm /tahun.

“Dalam memenuhi kebutuhan pangan daerah, Kabupaten Kuningan telah mampu memenuhinya dari produksi daerah kecuali kebutuhan ikan masih didatangkan dari luar daerah,” katanya.

Sedangkan kebutuhan norma gizi, produksi beras Kuningan, menurut Aang, masih menunjukkan angka surplus sebanyak 79.432 ton, daging 11.298 ton, telur 3.663 ton, susu 5.674 ton, kecuali ikan asin masih defisit sebesar 6.509 ton.

Related posts