Adhi Karya Terbitkan MTN Rp 100 Miliar

NERACA

Jakarta – Mendanai ekspansi bisnis tahun ini, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) tidak hanya mengandalkan dari suntikan modal negara atau penyertaan modal negara (PMN) berupa aksi korporasi penerbitan saham baru atau rights issue, namun perseroan juga menerbitkan medium term notes (MTN) tahap II senilai Rp 100 miliar melalui anak usahanya, PT Adhi Persada Properti.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (5/3), perseroan menawarkan kupon sebesar 12% untuk MTN yang terbit pada awal Februari tersebut. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Kiki Syahgolang mengungkapkan, masa jatuh tempo MTN tersebut selama 35 bulan. “MTN untu pembiayaan proyek Grand Dhika City Jatiwarna di Bekasi dan Taman Melati Sardjito di Yogyakarta,” ungkap Kiki.

Adhi Karya berhasil mencatat kontrak baru senilai Rp 192 miliar sepanjang Januari 2015. Mayoritas berasal dari proyek pembangunan jalan, jembatan, gedung, serta infrastruktur lainnya. Disebutkan, proyek jalan dan jembatan menempati porsi sebesar 49%, sedangkan proyek gedung dan infrastruktur lain mencapai 51%.

Dari segi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri atas Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebanyak 46%, BUMN sebesar 18%, dan swasta 37%. Sementara itu, dari segi lini bisnis, proyek konstruksi dan EPC mendominasi kontribusi yakni sebesar 89%, sedangkan sisa 11% disumbangkan oleh lini bisnis lainnya.

Tahun ini, Adhi Karya menargetkan kontrak baru sebesar Rp 15,2 triliun. Lini jasa konstruksi diperkirakan menyumbang kontrak baru sebesar Rp 12,5 triliun, Engineering, Procurement and Construction (EPC) sebesar Rp 460,1 miliar, lini properti Rp 1,7 triliun, sedangkan bisnis precast concrete Rp 479,6 miliar.

Dari total target, proyek gedung diperkirakan memberi kontribusi sebesar 39%, jalan dan jembatan sebesar 31%, sedangkan sisa 30% proyek infrastruktur lainnya. Sementara itu, pendapatan usaha perseroan tahun ini diperkirakan mencapai Rp 13,2 triliun dan laba bersih ditargetkan mencapai Rp 440,1 miliar.

Pada 2015, Adhi Karya menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 824,7 miliar. Sesuai rencana, dana capex akan digunakan untuk investasi pengembangan bisnis hotel, penyertaan proyek investasi, dan pembelian aset tetap. Dana capex akan berasal dari sisa dana hasil obligasi, pinjaman bank, dan kas internal.

Lebih jauh, perusahaan konstruksi pelat merah itu akan menggalang dana hingga sebesar Rp 9,9 triliun tahun ini. Selain menggelar penawaran umum terbatas saham (rights issue) senilai Rp 2,74 triliun, perseroan akan mencari pinjaman bank sebesar Rp 7,16 triliun.

Adhi Karya bakal menggunakan dana tersebut untuk membangun monorel sepanjang 65 kilometer (km). Perseroan berencana mengembangkan tiga jalur monorel, yaitu Bekasi Timur-Cawang, Cibubur-Cawang-Kota, dan Palmerah-Pluit. Nilai proyek ini diperkirakan mencapai Rp 10 triliun. (bani)

Related posts