Ramayana Incar Penjualan Sebesar Rp 9 Triliun

NERACA

Jakarta – Keyakinan pertumbuhan ekonomi masih positif dan daya beli masyarakat yang terus terjadi menjadi alasan bagi PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) untuk terus mengejar pertumbuhan lebih agresif lagi. Tahun 2015, perusahaan ritel ini membidik penjualan (sales) sebesar Rp9 triliun atau meningkat 9,8% dibanding target tahun lalu diangka Rp8,2 triliun.

Direktur Keuangan Ramayana Lestari Sentosa, Suryanto mengatakan, perseroan optimis bisa mencapai target penjualan karena didukung dengan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kelas menangah di masyarakat,”Untuk sales tahun lalu capaiannya kurang dari Rp8 triliun, tapi tahun ini kami optimis bisa memperoleh sales Rp9 triliun," katanya di Jakarta, kemarin.

Seiring dengan meningkatnya penjualan, Suryanto menjelaskan, perseroan juga membidik peningkatan laba bersih sebesar 15%-25% menjadi Rp350 miliar sampai Rp400 miliar. Selain akan tetap fokus pada bisnis pusat perbelanjaan (departemen store), perseroan juga tetap menggenjot pendapatan dari usaha eceran (supermarket).

Menurut Surnyato, melalui bisnis supermarket, perseroan targetkan perolehan penjualan diangka Rp2,4 triliun atau naik 17% dibandingkan perolehan tahun lalu. Sebagai catatan, Ramayan memiliki lini bisnis usaha supermarket yaitu Robinson untuk menjual kebutuhan barang eceran. "Nanti kami akan bertranformasi dengan merubah Robinson menjadi Spar International yaitu perusahaan ritel dari Belanda," ungkap dia.

Bahkan guna mendongkrak penjualan, belum lama ini perseroan menggandeng kerjasama dengan perusahaan ritel asal Belanda, Spar International untuk membangun 15 supermarket Spar pada tahun ini. Selain itu, kerjasama lainnya berupa meningkatkan layanan usaha, khususnya usaha eceran keperluan sehari-hari dan produk bahan makanan, perseroan telah melakukan kerja sama eksklusif dengan Spar Internasional, jaringan retail berbasis di Amsterdam dengan 12.000 toko di seluruh dunia,”Per hari ini kami sudah membuka tiga supermarket Spar di Bogor Trade Mall, Cibitung dan Cibubur. Tahun ini, kami menargetkan buka 15 toko dan dalam tiga tahun ada 50 toko,”kata Surnyato.

Suryanto menjelaskan, untuk mendukung rencana tersebut perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp300-400 miliar. Masing-masing satu supermarket Spar membutuhkan biaya Rp45 miliar. Tahap awal perseroan akan fokus membangun di Jabodetabek dan Jawa Timur,”Jadi, kami mengganti nama supermarket Robinson menjadi Spar. Untuk bisnis supermarket kami targetkan penjualannya sebesar Rp2,4 triliun pada tahun ini," terangnya.

Kontribusi dari supermarket Spar saat ini masih kecil, karena perseroan baru memiliki 15 toko. "Kerja sama dengan Spar International berlangsung selama tiga tahun dan akan kami perpanjang nantinya. Tahun depan, kita buka 15 toko di Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi," pungkasnya. (bani)

Related posts