Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Bangun 200 SMK

NERACA

SMK sudah sejak lama terkenal sebagai sekolah yang identik dengan pencetak para orang-orang yang handal didunia kerja.Selain meretas jumlah pengangguran yang terus meningkat, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diyakini dapat menjadi tenaga teknik penopang program pemerintah.

Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama kementerian lainnya akan membangun ratusan SMK yang spesifik sesuai dengan kebutuhan atau karakteristik daerah. Hal tersebut dillakukan lantaran SMK memiliki potensi sebagai kunci dalam proses produksi sekaligus menjadi faktor penggerak pembangunan ekonomi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menuturkan, pembangunan SMK tersebut disesuaikan dengan bidang yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yakni bidang maritim, pertanian, pariwisata, dan infrastruktur.

“Ada 200 SMK yang akan dibangun tahun ini khusus untuk bidang maritim, pariwisata, infrastruktur, dan pertanian. SMK ini kelak bisa membantu menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar dia

Guna memuluskan program tersebut, Menteri Anies dan Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Susilo telah sepakat untuk mengoptimasi sekitar 900-an SMK Bidang Perikanan dan Kelautan di tanah air untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung Pembangunan Kemaritiman di Indonesia.

Dalam keterangan tertulisnya, Menko Maritim Indroyono Susilo mengatakan SMK Perikanan dan Kelautan, yang memiliki program studi antara lain Nautika Kapal Penangkap Ikan, Teknika Kapal Penangkap Ikan, Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, Agribisnis Perikanan dan Agribisnis Rumput Laut segera ditingkatkan kemampuannya hingga memiliki kemampuan sertifikasi International Maritime Organization (IMO).

Khusus untuk menambah tenaga pengajar bidang nautika dan teknika, maka diupayakan pemberian sertifikasi mengajar Standar S-1 bagi para instruktur yang sudah berpengalaman di lapangan guna memperkuat Staf Pengajar di SMK Perikanan dan Kelautan. Para instruktur tadi, menurut dia, bisa direkrut dari perwira TNI-AL yang sangat profesional di bidang bridge simulator, basic safety training, dan diving yang saat ini banyak bertugas di Kobangdikal.

Sedangkan khusus untuk bidang agribisnis perikanan dan agribisnis rumput laut, Indroyono mengatakan diupayakan kurikulum mencapai 70% praktik dan 30% teori, dari kegiatan budidaya perikanan, pengolahan produk perikanan hingga pengembangan kewirausahaan agribisnis melalui dukungan pembiayaan bank dan nonbank.

Hasil latihan kewirausahaan agribisnis perikanan dan rumput laut tadi, lanjut dia, dapat mendukung program Kemdikbud tentang pemberian makanan tambahan untuk anak sekolah.

Dalam rangka memberikan kemudahan kegiatan praktik berlayar maka para Siswa SMK Perikanan dan Kelautan akan dilibatkan dalam kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya 2015, yang akan mengerahkan 88 Kapal ke wilayah Timur Indonesia.

Selain itu, 20 di antara Siswa SMK Perikanan dan Kelautan akan dipilih guna berpartisipasi dalam Operasi Kartika Jala Krida World Expo Milan 2015 dalam pelayaran muhibah Internasional ke Milan, Italia, pada Mei-Juni 2015, bersama para taruna Akademi Angkatan Laut, Sekolah Tinggi Perikanan, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran dengan menggunakan Kapal Perang TNI-AL, KRI Banjarmasin-592

Menko Kemaritiman dan Mendikbud juga sepakat untuk menetapkan 10 SMK Perikanan dan Kelautan Unggulan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Tual, dan Sulawesi Utara sebagai SMK Percontohan.

Related posts