Strategi PTPP Mendongrak Pertumbuhan - Kembangkan Produk Baru

NERACA

Jakarta – Bisnis infrastruktur menjadi tahunnya saat ini, seiring dengan kebijakan pemerintah yang terus menggenjot sektor tersebut untuk mamacu pertumbuhan ekonomi lebih agresif lagi. Tak ayal, momentum ini tidak mau di lewatkan emiten sektor konstruksi dan infrastruktur untuk menggenjot pertumbuhan lebih besar lagi. Hal inilah yang dilakukan PT PP Tbk (PTPP) yang menargetkan laba bersih mencapai Rp 730 miliar atau naik 37,2% dari laba bersih 2014 sebesar Rp 532 miliar.

Peluncuran sejumlah produk baru dipastikan mendongkrak kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perusahaan konstruksi dan investasi tersebut,”Tahun ini PT PP melalui anak usahanya PT PP Properti akan meluncurkan produk baru yakni Apartemen Ayoma di Serpong, Apartemen Payon Amartha di Semarang, dan The North East Square di Surabaya,”kata Direktur Keuangan PTPP, Tumiyono.

Selain itu, PT PP juga melanjutkan pembangunan beberapa proyek yang sedang berjalan (existing) seperti Kamala Lagoon di Kalimalang dan Grand Sungkono Lagoon di Surabaya. Selain itu, pendapatan perseroan juga diharapkan mampu melesat hingga 53% dari 12,42 triliun pada 2014 menjadi Rp 19 triliun tahun ini.

Manajemen menyatakan, dengan sejumlah proyek tersebut, perseroan diharapkan mampu mencetak pendapatan hingga akhir 2015 sebesar Rp 19 triliun atau melesat 53 persen dari Rp 12,42 triliun pada 2014. Adapun kontrak baru ditargetkan tumbuh 30 persen sebesar Rp 27 triliun di 2015. “Angka tersebut belum termasuk carry over kontrak 2014," ungkap manajemen.

Sepanjang tahun lalu, PTPP membukukan laba bersih sebesar Rp531,95 miliar, tumbuh 26,44% dibanding tahun sebelumnya senilai Rp420,71 miliar. Laba per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp110/lembar dibanding tahun sebelumnya Rp87/lembar. Dijelaskan, naiknya laba bersih perusahaan ditopang naiknya pendapatan usaha sebesar 6,60% menjadi Rp12,43 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp11,66 triliun.

Naiknya pendapatan usaha perusahaan seiring dengan bertambahnya beban pokok penjualan menjadi Rp10,89 triliun dari Rp10,38 triliun. Selain itu, beban usaha juga mengalami kenaikan menjadi Rp275,96 miliar dari Rp199,54 miliar. Akibatnya, laba usaha perseroan pada akhir Desember 2014 tercatat sebesar Rp1,26 triliun, meningkat 17,76% dibanding tahun sebelumnya Rp1,07 triliun. Sementara perseroan mampu menambah pendapatan lainnya menjadi Rp38,37 miliar dari Rp6,48 miliar, beban lainnya susut menjadi Rp33,12 miliar dari Rp34,57 miliar dan beban penurunan nilai piutang berkurang menjadi Rp81,26 miliar dari Rp106,93 miliar.

Sedangkan beban pendanaan/bunga bertambah menjadi Rp333,65 miliar dari Rp267,19 miliar, bagian laba ventura bersama turun menjadi Rp71,02 miliar dari Rp94,25 miliar dan bagian laba entitas asosisasi menjadi Rp1,37 miliar dari Rp1,47 miliar. Adapun jumlah aset perusahaan per akhir tahun 2014 naik menjadi Rp14,61 triliun dibanding tahun sebelumnya senilai Rp12,42 triliun. (bani)

Related posts