Deflasi, BI Rate Didorong Turun

NERACA

Jakarta - DBS Research Group menilai terjadinya dua kali deflasi pada awal 2015, belum memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneternya secara agresif, dengan kembali menurunkan suku bunga acuan.

"Kami tidak memperkirakan bank sentral untuk beralih ke siklus pelonggaran moneter yang agresif untuk saat ini," kata Ekonom The Development Bank of Singapore, Gundy Cahyadi, melalui pesan elektronik terkait rilis indeks harga konsumen Februari 2015, di Jakarta, kemarin.

"Meskipun, inflasi yang lebih rendah memberikan ruang untuk memangkas suku bunga acuan, BI akan tetap hati-hati melangkah," ucapnya menambahkan.

Gundy mengatakan banyak faktor yang harus diperhatikan Bank Indonesia, terutama nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah hingga hampir menyentuh Rp13.000 per dolar AS sejak Senin (2/3) kemarin.

"Sejumlah faktor masih membutuhkan kehati-hatian ke depan, salah satunya adalah pelemahan terhadap rupiah," ujar dia.

Meskipun demikian, sinyal perbaikan fundamental ekonomi Indonesia sudah terasa.

DBS merevisi proyeksi inflasi Indonesia pada 2015 menjadi enam persen, dari sebelumnya 6,5%.

Rilis Badan Pusat Statistik, Senin (2/3), menyebutkan deflasi Februari sebesar 0,36% dipicu penurunan harga bahan makanan dan rendahnya harga bahan bakar minyak (BBM). Secara tahunan (year on year / yoy), inflasi masih cukup tinggi, 6,29%. [ardi]

BERITA TERKAIT

Ekspor Sumsel Mei 2018 Turun 11,27 Persen

Ekspor Sumsel Mei 2018 Turun 11,27 Persen NERACA Palembang - Nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Mei 2018 mengalami…

Harga Daging Sapi di Sukabumi Berangsur Turun

Harga Daging Sapi di Sukabumi Berangsur Turun NERACA Sukabumi - Harga daging sapi yang dijual di pasar tradisional Kota Sukabumi,…

IHSG Melemah, Kapitalisasi Pasar Turun 1,70%

NERACA Jakarta –Pekan kemarin, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indek harga saham gabungan terkoreksi 1,80% menjadi 5.694,91 poin dari…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerataan Harus Jadi Mainstream Strategi Pembangunan - Mindset Pembangunan Perlu Diubah

    NERACA   Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan pemerataan tidak boleh lagi dilhat sebagai efek…

Serikat Pekerja Dukung Pemberantasan Korupsi Di PLN

      NERACA   Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Dirut PLN Syofyan Basir terkait dengan OTT…

Peserta Gerakan OK Oce Lampaui Target

      NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan peserta gerakan One Kecamatan One…