Perilaku Pengguna Handphone di Indonesia

NERACA- Indonesia yang saat ini jumlah pengguna handphonenya sebesar lebih kurang 159.248.00 mempunyai daya tarik yang sangat besar, baik itu untuk para vendor yang menjadi penyalur atau penyedia suatu perangkat, misalnya saja handphone, para pembuat aplikasi mobile, dan lain-lain. Jenis handphone yang beredar di Indonesia pun semakin merajalela mulai dari iPhone, BlackBerry, Android, hingga handphone-handphone murah.

Lalu, bagaimana perilaku masyarakat Indonesia terhadap handphone? Berdasarkan data dari TNS (Taylor Nelson Sofres), yang merupakan satu-satunya pasar kustom perusahaan riset yang terdapat di sektor-sektor industri, dengan operasi pasar penelitian mencakup lebih dari 80 negara, menyatakan bahwa di setiap negara digabungkan manfaat dari spesialisasi industri & keahlian penelitian, untuk memberikan wawasan kuat.,sebuah perusahaan spesialis riset pasar, mempunyai data-data yang cukup menarik tentang perilaku pengguna handphone di Indonesia. Berikut adalah poin-poinnya:

Umumnya handphone yang dimiliki sekarang berharga sekitar $99 atau berkisar di bawah 1 juta rupiah, dan untuk handphone baru umumnya mereka mau mengeluarkan uang sebesar $127 berkisar di atas 1 juta rupiah. Merek handphone adalah bahan pertimbangan utama ketika membeli sebuah handphone, disusul model handphone dan provider jaringan telepon. Lengkapnya adalah sebagai berikut: Merek handphone 36%, model handphone 28%, penyedia jaringan telepon 14%, konten dan aplikasi 8%, design handphone 6%, sistem operasi 4%, aksesoris 2%, dan metode input 1%. Kebanyakan handphone yang dimiliki sekarang sudah berumur 27 bulan dan dalam 17 bulan kedepan berencana untuk membeli handphone baru. SMS menjadi fitur handphone yang paling sering digunakan disusul dengan Internet dan musik. Berdasarkan waktu dalam penggunaan handphone, Pagi hari saat sarapan, sore hari sekitar jam 3 dan jam 6 sore, dan malam hari adalah waktu dimana handphone paling sering digunakan.

Data-data di atas jika dilihat dengan apa yang ada di Indonesia saat ini cukup relevan. Handphone murah masih menjadi primadona di Indonesia. Dan masih tingginya pengguna SMS di Indonesia bukanlah hal yang mengejutkan, karena jika dilihat di kota-kota besar saja, yang kebanyakan sudah terbiasa menggunakan aplikasi messenger atau social media semacam Facebook maupun Twitter jelas beda jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Selain itu, besarnya pengaruh merek handphone dalam membeli handphone baru dapat dengan mudah kita lihat jika kita memasuki toko-toko handphone yang ada di Indonesia. Merek handphone seperti BlackBerry, Nokia, dan Nexian sepertinya sudah melekat di hati para pengguna handphone Indonesia. Bahkan pada sebagian orang, pengaruh merek handphone bisa membuat calon pembeli rela mengorbankan banyak hal. Lalu bagaimana dengan anda?

Related posts