Solusi Masalah UMKM Peroleh Modal - Banyumas, Jawa Tengah

NERACA

Banyumas - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat tugas membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), setelah sebelumnya bersama dengan anggota Komisi VI DPR – RI turut serta dalam kunjungan kerja pemberdayaan UMKM di beberapa wilayah nusantara. Kali ini, bersama dengan Anggota Komisi VI DPR, Adisatrya Suryo Sulistyo, PNM kembali melaksanakan kunjungan kerja bagi UMK nasabah Unit Layanan Modal Mikro (PNM) di wilayah Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah.

Dalam rangka kunjungan daerah pemilihan perorangan DPR-RI, Adisatrya Suryo Sulistyo selaku anggota komisi VI DPR-RI melakukan serangkaian kegiatan dengan beberapa elemen masyarakat setempat pada awal Maret 2015. Pada kunjungan dapil perorangan masa sidang II ini fokus pada perkembangan usaha mikro, kecil, hingga menengah di wilayah Jawa Tengah. Adisatrya menaruh perhatian khusus pada perkembangan UMK di Indonesia, apalagi dirinya memliki latar belakang dalam berwirausaha. Diharapkan melalui kunjungan serta temu nasabah kali ini dapat memberikan masukan mengenai permasalahan UMKM dalam memperoleh modal sehingga dapat dikaji lebih dalam solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Diharapkan pula terjalin kerjasama antara para pelaku UMKM dengan PT PNM (Persero) sebagai salah satu jalur untuk memperoleh pembiayaan dalam rangka peningkatan kapasitas usaha dan produksi mereka.

Sementara, Arief Mulyadi selaku Executive Vice President I PT PNM (Persero), menjelaskan partisipasi perusahaan seperti ini merupakan bagian terintegrasi dari bisnis PNM sebagai BUMN yang dikhususkan untuk memberdayakan UMKM. Sinergi dengan lembaga pemerintahan lain hingga lembaga legislatif negara yang amat mendukung program-program pengembangan dan pemberdayaan UMK di seluruh nusantara. Kunjungan kerja yang dilakukan ini diharapkan memberikan masukan mengenai permasalahan UMKM dalam memperoleh modal sehingga dapat dikaji lebih dalam solusi untuk memecahkan masalah tersebut.

“Kami berharap ada peningkatan dari sisi pemasaran dan jaringan usaha. Kami ingin mengoptimalkan pasar lokal sekaligus melakukan ekspansi ke pasar regional sebagai langkah antisipasi menjelang MEA 2015. Penekanan terhadap pentingnya peningkatan kualitas produk dan pelayanan untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus mendapatkan dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” kata dia, di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (3/3). Sedangkan Pemimpin PNM cabang Yogyakarta, Dhandi Iswandi mengungkapkan melalui partisipasi kunjungan kerja ini diharapkan masyarakat semakin mengenal PNM sebagai salah satu badan pemerintah yang mengkhususkan kegiatannya pada bantuan permodalan dan juga pendampingan pelatihan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah sehingga masyarakat menjadi aktif untuk menggerakkan usaha di sektor tersebut.

Dhandi juga menambahkan, selain kunjungan bersama di lokasi produksi nasabah PNM juga akan dilaksanakan temu nasabah UMK yang diprakarsai oleh rombongan anggota DPR- RI. “Melalui partisipasi nyata semacam ini diharapkan dapat mengoptimalkan bisnis perseroan maupun kontribusi PNM dalam mendukung program pemerintah, khususnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah. Seiring dengan terus bertumbuhnya profitabilitas perusahaan, kami pun terus akan meningkatkan program pendampingan dan promosi kami kepada UMK, baik secara kualitas maupun kuantitas,” ungkapnya.

Pencapaian positif dari segi pembiayaan pun telah dicapai oleh cabang Yogyakarta selama tahun 2014. Total nasabah penerima manfaat pembiayaan PNM Cabang Yogyakarta periode tahun 2014 sebanyak 3.178 nasabah dengan total outstanding pada periode yang sama sebesar Rp131 miliar. Secara akumulatif, sejak didirikan pada tahun 2009 hingga saat ini, PNM melalui cabang Yogyakarta telah berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp645 miliar yang berhasil dimanfaatkan oleh pelaku UMK se-Yogyakarta sebanyak 13.070 nasabah PNM. [mohar]

Related posts