Perkembangan Tinta dan Printer

NERACA.Sejarah tinta ditoreh ketika berkembangnya kebudayaan Cina pada abad ke-12 SM. Saat itu, bahan pembuat tinta menggunakan pelbagai jenis tanaman alami maupun hewan. Lalu ada pula tinta mineral, yang berbahan tanah bercampur air. Berbeda di India, sejak abad ke-4 SM, tinta terbuat dari tulang yang dibakar, tar, pitch, dan bahan lainnya.

Dalam sebuah dokumen India Kharosthi yang ditemukan di Cina Turkestan, nyatanya praktek menulis dengan tinta sudah dilakukan di Wilayah India Selatan. Di Roma, atramentum mendominasi dalam proses menulis. Sharon J. Huntington dalam artikelnya dimedia Christian Science Monitor, menggambarkan rangkian sejarah tinta. Berikut guratannya;

Sekitar 1.600 tahun lalu, resep tinta populer telah dibuat. Resep itu digunakan selama berabad-abad. garam besi, seperti besi sulfat (dibuat dengan memperlakukan besi dengan asam sulfat), yang dicampur dengan tanin dari gallnuts (mereka tumbuh di pohon) dan a thickener. Ketika pertama kali kertas muncul, tinta hanya berwarna hitam kebiruan, yang bila digunakan akan berubah menjadi coklat kusam, seiring perjalanan waktu.

Pada abad ke-15, Johannes Gutenberg pria asal Eropa mencoba menciptakan sebuah tinta baru untuk mesin cetak. Karena pada kala itu, cara menulis ala Yunani atau Romawi yang menggunakan jelaga, lem, dan air dalam menulis dianggap kotor dan berantakan.

Johannes lalu memformulakan campuran besi sulfat, empedu, permen, dan air. Hasilnya? tinta yang ditulis tangan mampu menempel pada permukaan cetak, tanpa membuat mengaburkan. Dan akhirnya, perkembangan tinta hingga menggunakan minyak, mulai minyak pernis, jelaga, terpentin, hingga minyak walnut pada dunia percetakan.

Kini sejarah goresan tinta telah berubah. Munculnya mesin cetak printer super cepat dan akurat bersaing saling mengungguli. Pada perkembangannya, kita mengenal dua jenis printer, Inkjet printer dan Laser Printer.

Inkjet printer adalah alat cetak yang sudah menggunakan tinta untuk mencetak. Dalam hal kualitas mencetak gambar berwarna, cukup bagus. Meski kecepatan mencetak jumlah halaman pada printer Inkjet tidak sama, karena tergantung pada jenis merk printer tersebut. Terlebih hasil cetakan lebih lama mengering dibandingkan laser printer.

Printer system inkjet diperkenalkan pada tahun1984. Dengan inkjet printer dan printer ink cartridge, maka tugas pencetakan dokumen dan penggantian ink cartridge lebih sering dilakukan, untuk mendapatkan hasil yang lebih bersih.

Di tahun 1984, printer inkjet menggantikan printer system dot matrik, akibatnya muncul persoalan pergantian pita tinta. Pabrik-pabrik printer pun mulai mengkonsep teknologi inkjet, sesuai dengan tuntutan kemajuan.

Sedangkan kehadiran laser printer, bentuknya mirip dengan mesin fotokopi. Daya cetaknya cukup banyak bisa mencapai lebih dari 10 lembar per menit. Kualitas hasil cetak laser printer pun sangat bagus, sehingga mirip sekali dengan aslinya. Tapi harga printer ini cukup mahal.

Pada tahun 1953, printer dengan kecepatan tinggi pertama kali di kembangkan oleh Remington-Rand, dan mengambil nama UNIVAC computer. Pada tahun 1938, Chester Carlson memperkenalkan proses cetak basah yang disebut electrophotography yang kemudian dinamakan Xerox.

Printer laser yang sesungguhnya dinamakan EARS yang dikembangkan di Xerox Palo Alto Research Center, yang mulai beroperasi pada tahun 1969 dan selesai pada bulan November tahun 1971.

Salah seorang tenaga ahli Xerox, Gary Starkweather telah mengadopsi teknologi copy Xerox menjadi printer laser. Dan menga,bil nama, ”Xerox 9700,” sebagai nama produk printer laser pertama. Xerox menggunakan teknologi xerographic laser yang di realase tahun 1977. Bahkan IBM sendiri memulai teknologi ini, dengan IBM 3800 yang pertama kali dipasang pada kantor pusat akunting di F.W.Woolworth’s North American Data Center di Milwaukee, tahun 1976. IBM 3800 adalah industri pertama system printer kecepatan tinggi

Related posts