Brantas Abipraya Rencanakan Go Public - Targetkan Listing di Bursa 2016

NERACA

Jakarta – Perusahaan konstruksi plat merah, PT Brantas Abipraya (Persero) berencana akan melepas sahamnya ke publik melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2016.

Direktur Utama PT Brantas Abipraya, Bambang E Marsono menjelaskan, rencana IPO memang masih panjang prosesnya. Diawali dengan penerbitan obligasi sebanyak-banyaknya Rp300 miliar,,”Rencana ada IPO ke depan, ini obligasi satu step awal kearah sana. Jalannya masih panjang, persetujuan pemegang saham dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kami menuju kearah sana,”ungkapnya di Jakarta, Selasa (3/3).

Realisasi dari rencana perseroan yang bergerak di bidang konstruksi tersebut dijelaskan juga masih tergantung kepada beberapa hal seperti izin dan situasi birokrasi,”Rencananya 2016 tapi tergantung banyak hal. Izin DPR dan sebagainya. Lihat situasi pemerintah juga seperti apa. Memang IPO BUMN masih didorong pemerintah," jelas Bambang.

Menurutnya, total nilai pasar konstruksi nasional diperkirakan meningkat menjadi Rp450 triliun tahun ini. Sementara, tahun sebelumnya Rp360 triliun. Sedangkan total indikasi pengembangan infrastruktur menurut Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) mencapai Rp1.786 triliun.

Tahun ini, perseroan membidik laba bersih sebesar Rp120 miliar, meningkat 33,33% dibanding tahun lalu senilai Rp90 miliar. Kata Direktur Brantas Abipraya, Sudi Wantoko, target tersebut didorong prospek pembangunan infrastruktur yang akan tumbuh hingga 2019 seiring dengan program pembangunan infrastruktur yang diterapkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi),”Baik jalan, jembatan, gedung, butuh produk beton. Maka kami ikut mengisi pasar produk beton. Proyek-proyek itu semakin cepat dilaksanakan kalau sistemnya precast (pracetak)," ujarnya.

Sementara target pendapatan tahun ini sebesar Rp3,6 triliun, meningkat 56,52% dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,3 triliun. Pendapatan itu disumbang dari sejumlah kontrak yang diperoleh tahun ini, di antaranya pembangunan gedung di Jabodetabek dan Pekanbaru,”Rencana bangun apartemen juga sudah mengarah ke sana. Juga mulai mengarah ke proyek bersifat emisi dan engineering construction berpartner dengan asing untuk antisipasi kebutuhan pasar di luar Belawan, Padang," tutur dia.

Adapun perolehan kontrak sepanjang tahun lalun sebesar Rp2,3 triliun, dengan kontrak bawaan (carry over) Rp3,6 triliun dan total sekitar Rp 5,8 triliun. Dimana porsi perolehan kontrak berasal dari pemerintah sebesar 70% dan sisanya ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. Disebutkan, proyek yang carry over, yakni di Jakarta adalah Waduk Melati dan pengamanan Sungai Ciliwung. Selain itu, proyek di Bengawan Solo, dan Waduk Bajulmati di Jawa Timur.

Sebagai informasi, PT Brantas Abipraya (Persero) menerbitkan obligasi untuk kali pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp300 miliar, dengan kisaran kupon bunga 10,75%-12%. Obligasi perseroan telah memperoleh peringkat BBB+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). (bani)

Related posts