Sugih Suntik Modal Anak Usaha di Singapura

NERACA

Jakarta - PT Sugih Energy Tbk (SUGI) menyuntikan modal sebesar Sin$ 100 juta (Rp 951 miliar) untuk salah satu anak usahanya, Sugih Energy International, Pte Ltd atau yang biasa dikenal dengan Sugih Singapura. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Sugih Energy sekaligus Sugih Singapura Christopher Stanley Gani mengungkapkan penyuntikan modal dilakukan dalam bentuk penyertaan 100 juta saham baru pada Sugih Singapura. Transaksi tersebut tidak merubah komposisi kepemilikan saham serta struktur permodalan Sugih Singapura yang dikendalikan sepenuhnya oleh perseroan,”Penyertaan modal saham dialokasikan untuk menunjang kegiatan operasional dari Sugih Singapura dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang perdagangan minyak dan gas bumi,”ujarnya.

Sebelumnya, transaksi tersebut telah mendapakan persetujuan dari para pemegang saham pada 23 Februari 2015. Perseroan mengantongi sertifikat pendirian Sugih Singapura untuk pengesahan pada 17 November 2014. Dengan pembentukan Sugih Singapura secara langsung perseroan total membawahi enam anak perusahaan.

Empat perusahaan berada di luar negeri yakni Sugih Energy International Pte Ltd., Eastwin Global Investment Ltd., Eurorich Group Ltd., dan Mineral resources Inc. Sisanya, yaitu PT Petronysa Bumi Bakti dan T Resources Jaya Teknik Management Indonesia merupakan perusahaan dalam negeri.

Emiten yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi tersebut sebanyak 11,66 persen sahamnya dimiliki oleh Goldenhill Energy Fund senilai Rp 287,72 miliar. Sedangkan Credit Suisse AG SG Trust memiliki 9,72 persen saham perseroaan atau setara dengan Rp 240 miliar. Mayoritas saham perseroan, yakni 78,62 persen atau senilai Rp 1,94 triliun dimiliki oleh publik.

Sementara itu, dari sisi kinerja, hingga kuartal III-2014 perseroan berhasil meraup laba bersih sebesar US$ 1,77 juta. Padahal sebelumnya pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan justru mencetak rugi bersih sebesar US$ 9 juta. Hal ini disebabkan pendapatan perseroan yang mencapai US$ 4,16 juta atau tumbuh persen dari sebelumnya US$ 3 juta. Di samping itu, beban pokok pendapatan pun turun secara signifikan menjadi US$ 526.110 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 3 juta. (bani)

Related posts