Batik Banyuwangi Curi Perhatian IFW 2015

Koleksi batik Banyuwangi karya Priscilla Saputro memeriahkan panggungrunwayIndonesia Fashion Week (IFW) 2015 di Jakarta Convention Center (JCC). Karya yang bertajuk "Novum Ethno" tersebut mengusung konsep Androginy yakni peleburan maskulinitas dan feminitas sebagai lambang kesetaraan gender.

Novumdalam bahasa latin berarti "baru", menandai pendekatan fesyen yangup to datedan modern, sedangkanEthnodalam bahasa latin merujuk pada kekuatan tradisi Indonesia. Istilah ini menandai keinginan untuk mengangkat kekuatan tradisi dan budaya Banyuwangi yang masih terjaga saat ini.

Priscilla mengangkat 20 motif batik Banyuwangi ke dalam 58 koleksi miliknya, seperti motif gajah oling, kangkung setingkes, seses paras gempal, beras kutah, moto pitik, sembrong cacing, kopi pecah dan masih banyak lagi. Colorful Banyuwangi yang identik dengan destinasi wisata di Banyuwangi disimbolkan ke dalam warna-warna cerah seperti merah, kuning dan hijau. Ia yakin bahwa batik Banyuwangi mampu mencuri perhatian khalayak nasional dan internasional.

"Batik Banyuwangi adalah satu-satunya batik kontemporer yang memiliki filosofi," jelas Priscilla pada konferensi pers Novum Ethno di JCC.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa keterlibatan Banyuwangi dalam helatan IFW 2015 adalah upaya untuk memajukan industri kreatif Banyuwangi sebelum pelaksanaan Banyuwangi Batik Festival yang dilaksanakan pada 10 Oktober mendatang.

"Kami ingin segera membuat industri batik lebih produktif, karena ketika wisatawan mengunjungi Banyuwangi, mereka akan mencari oleh-oleh, salah satunya adalah batik," kata Abdullah Azwar saat konferensi pers peluncuran Banyuwangi Festival di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata.

Selama dua tahun berturut-turut, Pemkab Banyuwangi rutin menggelar event Banyuwangi Batik Festival (BBF). Gelaran ini merupakan wujud komitmen pemerintah dan masyarakat Banyuwangi dalam menumbuhkembangkan kekayaan budaya lokal. Helatan IFW juga melibatkan sejumlah desainer lokal Banyuwangi, mulai dari perajin batik, desainer hingga pengusaha distro lokal.

"Di Banyuwangi, kami ingin menampilkan batik tidak hanya menjadi penanda namun sebuah kebanggaan yang berujung pada kesejahteraan para pelaku industri ini. Batik kini bukan lagi dianggap gaya lawas tetapi sudah menjadi bagian hidup masa kini," tambahnya.

Sebagai promosi batik Banyuwangi ke ranah internasional, Putri Indonesia 2015 yakni Anindya Kusuma Putri akan memperkenalkan batik Banyuwangi pada kontes kecantikan internasional Miss Universe 2015.

Related posts