IHSG Makin Kokoh Melanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) tidak bosan-bosannya kembali mencetak rekor baru seiring positifnya data ekonomi Indonesia yang direspon positif pelaku pasar dengan aksi beli,”Data inflasi Indonesia yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik hari ini (2/3) menjadi salah satu penopang indeks BEI," kata Analis PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe di Jakarta, Senin (2/3).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi yang terjadi pada bulan Februari 2015 sebesar 0,36% merupakan deflasi kedua tertinggi yang pernah terjadi dalam 50 tahun terakhir pada bulan yang sama. Menurut Kiswoyo Adi Joe, data ekonomi Indonesia itu mendorong kembali aliran dana asing masuk ke pasar saham domestik bertambah.

Dia menambahkan, indeks BEI juga mendapat dukungan dari bursa saham eksternal setelah Bank Sentral Tiongkok (PBoC) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,35%. Kebijakan Tiongkok itu, kata dia, untuk menjaga kestabilan perekonomian di negeri tirai bambu itu,”Kombinasi sentimen positif dari dalam negeri dan eksternal itu memberikan pengaruh terhadap IHSG BEI melanjutkan penguatan. Namun, diharapkan ada waktu koreksi di pasar saham domestik agar pasar tidak mengalami jenuh beli (overbought)," katanya.

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, walaupun IHSG kembali menembus rekor. Namun, pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS dapat membatasi ruang pergerakan IHSG ke depannya,”Rupiah yang tertekan cukup dalam dapat menimbulkan koreksi mendadak sehingga lebih bijak untuk melakukan akumulasi dalam jangka pendek," tuturnya.

Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan mempertahankan penguatannya menikmati data ekonomi yang positif dan inflasi yang dirilis BPS 0,36% pada Februari 2015. Artinya, Indonesia mengalami deflasi pada 2 bulan pertama 2015 setelah pada Januari juga deflasi 0,24%. Emiten pertambangan menjadi incaran, terlihat dari indeks sektoralnya yang menguat 1,39%. Dari 10 sektor, 9 di antaranya menguat dan hanya konstruksi yang melemah 0,64%.

Perdagangan berlangsung semarak dan terjadi 231.340 kali transaksi yang melibatkan 6,44 miliar unit saham senilai Rp 7,16 miliar. Terdapat 137 saham menguat, 148 melemah, dan 88 tidak ditransaksikan. Saham-saham yang menguat dan menjadi top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.600 menjadi Rp 55.025, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 900 menjadi Rp 25.550, dan United Tractors (UNTR) naik Rp 875 menjadi Rp 21.625.

Sedangkan saham-saham yang melemah dan masuk jajaran top losers antara lain Blue Bird (BIRD) turun Rp 200 menjadi Rp 10.700, Asahimas Flat Glass (AMFG) turun Rp 125 menjadi Rp 7.875, dan Smart (SMAR) turun Rp 125 menjadi Rp 6.575. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng ditutup menguat 64,15 poin (0,26%) ke 24.887,44, indeks Bursa Nikkei naik 28,94 poin (0,15%) ke 18.826,88, dan Straits Times melemah 3,59 poin (0,11%) ke posisi 3.399,27.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melonjak 21,83 poin atau 0,40% ke level 5.472,12. Indeks Hang Seng naik 62,06 poin atau 0,25% ke level 24.885,35; indeks Strait Times turun 4,48 poin atau 0,13% ke level 3.398,38; indeks Shanghai naik 9,62 poin atau 0,29% ke 3.319,92; dan indeks Nikkei 225 bertambah 31,06 poin atau 0,17% ke 18.829,00.

Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,67 triliun dengan 4,05 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp493,75 miliar. Tercatat 138 saham naik, 130 saham melemah dan 95 saham stagnan. Sektor saham siang hampir semuanya menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor tambang yang naik 1,07%, diikuti perdagangan yang tumbuh 1,01%. Sedangkan yang melemah hanya sektor properti yang susut 0,14%.

Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp50 menjadi Rp7.900, PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) naik Rp700 menjadi Rp18.550, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp375 menjadi Rp53.800. Sementara saham yang melemah, di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp100 menjadi Rp7.900, PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp50 menjadi Rp4.745, dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) turun Rp15 menjadi Rp830.

Diawal perdagangan, indeks BEI di buka menguat tipis sebesar 2,53 poin atau 0,05% menjadi 5.452,83. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 0,64 poin (0,07 persen) menjadi 947,51. Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, IHSG BEI kembali melanjutkan penguatannya seiring dengan akan diumumkannya rilis data ekonomi Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang diproyeksikan sesuai dengan ekspektasi,”Data yang dipantau pasar yakni tingkat inflasi dan neraca perdagangan Indonesia, inflasi diproyeksikan masih rendah dan neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus, itu menunjukan bahwa perekonomian kita masih terkendali," kata William.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 115,56 poin (0,47%) ke 24.938,85, indeks Bursa Nikkei naik 40,19 poin (0,21%) ke 18.837,89, dan Straits Times melemah 5,32 poin (0,17%) ke posisi 3.397,94. (bani)

Related posts