Laba Logindo Samudra Tumbuh 21,4%

NERACA

Jakarta – Perusahaan pelayaran, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) mencetak kenaikan laba bersih sebesar 21,4% menjadi US$ 19,98 juta sepanjang 2014, dibandingkan 2013 senilai US$ 16,45 juta. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan pendapatan sebesar 17% dari US$ 59 juta menjadi US$ 69 juta.

Presiden Direktur Logindo Eddy K Logam mengatakan, kenaikan kinerja keuangan ditopang atas pembelian dan pengoperasian lima unit kapal berdaya besar. Kehadiran kapal ini berkontribusi hingga 40% terhadap total pendapatan tahun lalu,”Kenaikan pendapatan juga didukung atas penambahan pelanggan baru. Hal ini sesuai dengan upaya perseroan untuk mendiversifikasi dan memperluas basis pelanggan guna mendukung pertumbuhan kinerja keuangan dalam jangka panjang," jelas Eddy dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (2/3).

Terkait kinerja keuangan ke depan, dia mengatakan, Logindo tetap optimistis mampu untuk mencetak kenaikan ke depan, meskipun harga minyak dunia masih tren turun. “Industri minyak dan gas mempunyai siklus bisnis yang panjang, mulai dari eksplorasi, pengembangan dan konstruksi, serta produksi. Tahapan ini membutuhkan waktu minimal lima tahun, sehingga penurunan harga minyak tidak akan berdampak besar terhadap aktivitas perseroan,” ungkapnya.

Selain faktor tersebut, dia mengatakan, Indonesia sedang gencar untuk menaikkan produksi migas akibat peningkatan konsumsi bahan bakar. Hal ini tentu akan membuat permintaan jasa pendukung kegiatan lepas pantai industri minyak dan gas bumi tetap bertumbuh ke depan.“Tidak ada pilihan lain justru harus segera meningkatkan proses eksplorasi untuk meningkatkan rasio penggantian cadangan minyak secara masif untuk menuju pencapaian sasaran menjadi negara yang mandiri dalam pengadaan energi domestiknya," papar dia.

Logindo sebelumnya telah menerbitkan obligasi valuta asing (valas) senilai Sin$ 50 juta. Eddy menyebutkan, obligasi bertenor lima tahun ini ditawarkan dengan kupon 2,93% per tahun. Dana hasil emisi ini akan digunakan untuk membiayai pembelian kapal. Tahun ini, perseroan mencadangkan US$ 80 juta untuk belanja modal (capital expenditure/capex) untuk mendanai pembelian empat kapal baru,“Obligasi ini termasuk dalam pendanaan internal kami untuk capex tahun ini. Kami juga mengamil capex dari kas internal setara dengan 30% dari total kebutuhan belanja modal,” ungkap dia. (bani)

Related posts