Antara Tinta Infus atau Original

Neraca. Printer dikenal memiliki sensitifitas bermacam-macam. Bila Anda jarang menggunakan printer, sebaiknya jangan memasang tinta infuse, karena tinta infus biasanya mengalami masalah pada tekanan selang yang disebabkan perbedaan pada tekanan udara luar. Dan bila cukup lama maka dapat berakibat turunnya tinta, yang ditandai dengan munculnya gelembung-gelembung udara pada selang.

Lebih para terjadi pada head printer, genangan tinta akan masuk melalui celah head printer. Genangan ini muncul karena cartridge selalu penuh tinta. Nah sebaiknya gunakan saja tinta jenis suntikan karena head-nya justru akan lebih awet.

Bila Anda menggunakan jenis tinta infus, maka garansi printer dengan sendirinya akan hangus tak berlaku. Karena itu bila Anda ingin menggunakan tinta infuse, sebaiknya habiskan dulu tinta resmi lalu Anda dapat menginfus printer.

Kebanyakan pemilik printer memodifikasi printernya menjadi printer infus. Seperti diungkap Nolly Dhanurendra Assistant Manager PR dari PT Epson Indonesia, bila banyak pengguna printer yang memodifikasi printer mereka menjadi printer dengan tinta infuse.

“Memodifikasi printer dengan tinta bisa,” kata Nolly, akan menghilangkan garansi resmi dari printer tersebut. “Banyak pembeli printer yang tidak tahu kalau mereka memodifikasi printernya, jika suatu saat rusak dan dibawa ke gerai resmi yang bergaransi, mereka sudah tidak bisa, karena kami tidak menerima printer yang sudah di modif,” jelasnya memperingati.

Walaupun garansi printer hilang karena di infus, hal ini sama sekali tidak membuat pemilik printer menggunakan tinta original, mereka tetap memakai printer infus setelah tinta original habis. Mengapa? Tentu saja lebih murah.

Bila ditelaah, biaya infus printer berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 250.000, itu tergantung pada merk dan tipenya, dan harga itu, suah termasuk tinta 100 ml berserta semua perlengkapannya, sang pemilik printer pun terima beres.

Tapi kalau kita bandingkan dengan tinta original, maka begitu jelas terasa bila tinta isi ulang, harganya jauh lebih murah dibandingkan harga tinta original. Karena tinta isi ulang hanya dibanrol dengan harga Rp. 25.000 sampai Rp. 30.000 per 100 ml. Tentu saja harga tersebut lebih murah dibandingkan tinta original.

Mengenai garansi printer yang hilang karena penggunaan tinta infus, dapat kita bandingkan dengan penghematan biaya tinta sampai printer rusak, maka akan tetap lebih hemat menggunakan tinta infus. Bahkan para pemilik printer yang berpengalaman, akan lebih suka membeli printer baru, lalu kembali menyuntik tinta infus daripada memperbaiki printernya,

Cara kerja tinta infuse, adalah jika catridge printer lebih rendah dari tabung tinta, maka tinta akan mengalir karena sifat tekanan dari tekanan tinggi ke rendah, ini dapat menyebabkan kebocoran tinta. Karena itu posisi peletakan juga mempengaruhi. Harus diperhatikan pula untuk siaga mengisi tabung tinta. Bila itu terjadi, lalu ada udara yang masuk tersedot maka akan merusak catridge.

Related posts