Menkominfo Luncurkan Aplikasi mFish - Membangun Ekonomi Perikanan Indonesia

Teknologi memang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia, dengan adanya teknologi, segala kegiatan manusia kini dapat dilakukan dengan sangat mudah. Segala pekerjaan manusia pun kini dapat terbantu dan bahkan tergantikan dengan adanya teknologi. Namun tidak hanya itu saja, dengan adanya teknologi, segala kegiatan perekonomian disuatu Negara dapat berjalan dengan baik.

Meski teknologi membuat sebagian orang menjadi ketergantungan, namun segala kegiatannya memang sangat positif, berperan sangat baik dan dapat mempermudah segala kegiatan manusia. Dengan majunya teknologi, manusia juga dipaksa untuk ikut berkembang dan maju bersama teknologi.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara meluncurkan aplikasi Mobile Fish (mFish). Peluncuran mFish mengangkat tema Membangun Ekonomi Perikanan Indonesia yang Berkelanjutan. Aplikasi ini menurut rencana akan dirilis secara resmi di ajang Mobile World Congres 2015 di Barcelona, pekan depan. Indonesia berkesempatan mengimplementasikan aplikasi ini untuk pertama kali di dunia.

Dalam sambutannya, Rudiantara merasa bangga bahwa aplikasi yang akan di luncurkan secara internasioanal di Barcelona ini di luncurkan pertama kali di Indonesia dan bakal di luncurkan di banyak negara maritim lainnya.

Ya, sekali-kali kita harus mendahului negara lain dalam hal kemajuan, kata Rudiantara pada peluncuran aplikasi mFish di Kampung Nelayan Pondok Terasi Ampenan, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Aplikasi mFish merupakan aplikasi terintegrasi yang memberikan informasi mengenai cuaca, keberadaan plankton, ketinggian ombak, mengecek harga, mengontrol kapal nelayan ilegal dan menjadi sarana komunikasi antar nelayan.

Rudiantara menjelaskan, sektor kemaritiman merupakan salah satu dari tujuh sektor yang bakal fokus di garap pemerintahan presiden Joko Widodo. Khusus kemaritiman Rudi mengingatkan kepada Dirjen Perikanan Tangkap untuk menyiapkan industri yang akan mengelola hasil tanggapan masyarakat nelayan Indonesia yang diyakini meningkat setelah tangkap nelayan.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur XL, Dian Siswarini, mengaku bangga Indonesia mendapatkan kesempatan pertama merilis aplikasi ini. “Kami berharap aplikasi ini bisa membantu nelayan meningkatkan produktivitas dan menjaga ekosistem wilayah tangkapan,” kata Dian.

Tahap awal mFish baru dikembangkan untuk para nelayan Lombok, Demak dan Tegal. “Dalam enam bulan ke depan akan dikembangkan ke Kendari dan berbagai wilayah lain,” kata Act Direktur Digital Service XL, Yosie D Yosetya.

Menurut Yosie, dalam tahap awal sekitar 18 ribu nelayan akan menggunakan aplikasi ini. “Sekitar tiga atau enam bulan selanjutnya diharapkan sudah 50 ribu nelayan menggunakan mFish,” ujarnya.

Yosie mengatakan melalui mFish, nelayan akan berlayar lebih akurat menuju titik lokasi potensial ikan maka akan mengurangi kerugian nelayan dalam pengeluaran biaya berlayar. “Dengan fish finder kita bisa mencari lokasi ikan berdasarkan proximiti keberadaan plankton,” kata Yosie.

Mendukung berjalannya penggunaan aplikasi mFish, XL membagikan sebuah smartphone android dengan aplikasi mFish, paket data 1 GB per bulan, dan solar charger yang menggunakan cahaya matahari untuk mengisi baterai smartphone nelayan saat nelayan berada di tengah laut

Related posts