Danamon Syariah Ditargetkan Tumbuh 20% - Sepanjang 2015

NERACA

Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk memaparkan akan menargetkan perbankan syariah Danamon tumbuh sekitar 20% pada 2015. "Tahun 2014 kami bisa 25%. Untuk tahun ini kami targetkan pertumbuhannya sekitar 20%," kata Direktur Bank Danamon, Vera Eve Lim di Jakarta, Jumat (27/2), pekan lalu.

Saat ini, kata dia, Danamon sedang bekerja sama dengan International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC) untuk meningkatkan penetrasi di dalam pasar dan mengembangkan pembiayaan perdagangan syariah.

Danamon akan memfokuskan strategi untuk memperkuat posisi syariah Danamon di dalam market share (pangsa pasar), tukasnya menambahkan. Kerja sama tersebut ditargetkan mampu mencapai keuntungan satu miliar dolar AS dalam lima tahun pertama, dimulai dengan 200 juta dolar AS pada 2015.

Selain itu, dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) itu, Vera juga menjelaskan target sejumlah segmen pasar yang akan digarap Danamon seperti UKM dan pembiayaan perdagangan (trade finance).

"Kalau secara keseluruhan tahun ini targetnya 10%-12%. Segmen UKM pun kita harap untuk tumbuh lebih dari 15 persen. Kami sangat optimis untuk tahun ini," kata Vera. Akan tetapi, untuk kuartal pertama 2015 pertumbuhannya masih belum terlihat signifikan dan diharapkan membaik pada kuartal II atau III 2015.

"Setiap tahun memang seperti ini siklusnya, biasanya kemampuan ekonomi masyarakat akan stabil dan membaik pada pertengahan hingga akhir tahun," tukas Vera. Pada segmen trade finance, Danamon menargetkan pertumbuhan di atas 20%, usaha mikro delapan persen, termasuk segmen pembiayaan otomotif.

Dia berharap, pembiayaan otomotif roda dua dan roda empat akan meningkat signifikan tahun ini, mengikuti efek penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank Danamon secara resmi mengangkat Sng Seow Wah sebagai Direktur Utama menggantikan Henry Ho, serta Muliadi Rahardja sebagai Wakil Direktur Utama.

Dirut baru

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Henry Ho untuk dedikasinya terhadap Danamon selama lima tahun terakhir. Kontribusi beliau sangat signifikan dalam memperkenalkan berbagai inovasi dan menempatkan Danamon sebagai bagian integral di industri perbankan Indonesia. Pada kesempatan ini, kami juga menyambut Sng Seow Wah yang akan memimpin dan memainkan peran penting dalam pertumbuhan Danamon ke depannya,” kata Ng Kee Choe, Komisaris Utama Danamon, di tempat yang sama.

Sng Seow Wah dipilih setelah dilaksanakan proses pencarian kandidat secara lokal maupun secara regional dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Nominasi Danamon. Sng Seow Wah merupakan bankir berpengalaman yang sebelumnya menjabat posisi penting di berbagai bank termasuk Citibank N. A Singapore dan OCBC Bank.

Posisi terakhir adalah Group CEO Alliance Bank Malaysia Bhd / Alliance Financial Group Bhd. Sng Seow Wah telah lulus proses fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan.

“Saya merasa terhormat telah diangkat menjadi Direktur Utama Danamon. Industri perbankan Indonesia masih menawarkan peluang yang beragam untuk pertumbuhan, khususnya di sektor usaha mikro, kecil dan menengah. Saya akan menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan pangsa pasar Danamon di industri dan juga kontribusi Danamon terhadap ekonomi yang sedang bertumbuh ini,” kata Sng Seow Wah.

Selain itu, Muliadi Rahardja diangkat menjadi Wakil Direktur Utama Danamon. Muliadi Rahardja, yang merupakan anggota Dewan Direksi Danamon sejak 1999 dan memiliki pengalaman yang luas di industri perbankan dan telah bekerja di Danamon dalam berbagai kapasitas sejak 1989 silam. [ardi]

Related posts