Tak Ada Toleransi Keterlambatan Pengumuman CPNS

NERACA

Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan tidak akan memberi toleransi bagi keterlambatan pengumuman calon pegawai negeri sipil (CPNS) terhadap lembaga-lembaga terkait.

"Toleransi yang diberikan adalah 'zero toleransi' atau tidak ada toleransi untuk memperlama pengumuman CPNS karena hasilnya semua sudah diberikan kepada lembaga terkait," katanya, Jakarta, Minggu (1/3), pekan lalu.

Ia menjelaskan jika banyak pemerintah daerah yang belum melakukan pengumuman CPNS maka, pengumuman akan diambil alih langsung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) melalui pengumuman pusat.

"Jika sudah diperingatkan namun masih belum ada tindakan, maka akan diumumkan oleh pusat yaitu KemenpanRB," kata Yuddy.

Hal ini menurutnya untuk menghindari korupsi dan nepotisme yang terjadi terkait pengumuman.

Yuddy khawatir jika alasan untuk menunda pengumuman adalah karena oknum yang memanfaatkan situasi dan jabatan untuk memasukkan beberapa orang ke dalam beberapa formasi.

"Hal ini dilakukan agar tidak ada main-main dalam hal mengatur posisi tawar menawar jabatan formasi untuk memasukkan oknum-oknum tertentu, karena hal itu bisa jadi kesengajaan dari pihak tertentu," tuturnya.

Ia mempertegas dengan adanya contoh dari putri Presiden Joko Widodo yang memang tidak ada keistimewaan ketika menjalani tes CPNS.

"Contohnya putri Pak Presiden, ia tidak lolos CPNS dan memang tidak ada perlakuan istimewa terkait jabatan dari orang tuanya, ini contoh yang nyata serta transparan," ujarnya.

Sebelumnya, Yuddy pernah mengingatkan bahwa pengumuman CPNS paling lambat adalah akhir Februari 2015 untuk semua instansi.

Namun, hingga saat ini masih banyak hasil tes CPNS yang belum diumumkan dan kebanyakan adalah dari pemerintah provinsi. [ant]

BERITA TERKAIT

Tak Ikut Danai Akuisisi Saham Freeport, Kemana Peran Bank BUMN?

Oleh: Rezkiana Nisaputra Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) sudah memastikan, bahwa empat bank pelat merah tidak akan ikut membiayai proses…

Sekretaris MA: Ada 32 Pengadilan Terapkan "e-Court"

Sekretaris MA: Ada 32 Pengadilan Terapkan "e-Court"   NERACA Bogor - Sekretaris Mahkamah Agung (MA), A. S. Pudjoharsoyo mengatakan, saat ini…

The Fed Dinilai Tak Akan Agresif Naikkan Bunga

    NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memprediksi Bank Sentral AS The…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Gelombang Penolakan Akuisisi Pertagas oleh PGN

      NERACA   Jakarta - Gelombang penolakan terhadap keputusan pemerintah untuk mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh PT…

Teknologi Samsung untuk Penggemar Olahraga

  NERACA Jakarta – Masyarakat mulai mengganderungi olahraga. Berbagai macam jenis olahraga pun dilakoni asalkan mengeluarkan keringat. Hadirnya teknologi turut…

Aver Tawarkan Kemudahan Kolaborasi Di Era Digital

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan pesat dari industri digital di Indonesia telah mendorong munculnya tren Virtual Office,…