FY14, Laba Bersih CIMB Group RM3,107 Miliar - Kuala Lumpur, Malaysia

NERACA

Kuala Lumpur - CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group) mengumumkan laba bersih tahun buku 2014 (FY14) sebesar RM3,107 miliar atau setara laba per saham (EPS) senilai 37,5 sen. Di luar perolehan tidak rutin pada FY14 dan FY13, laba bersih yang dibukukan CIMB Group untuk Business As Usual (BAU) pada FY14 turun sebesar 24,6% year on year (YoY). Imbal hasil atas ekuitas (ROE) bersih yang disetahunkan untuk FY14 tercatat 9,2%.

"Tahun 2014 merupakan tahun yang berat bagi CIMB Group karena laba dipengaruhi oleh turunnya pendapatan sedangkan provisi untuk kredit perbankan korporasi mengalami kenaikan, baik di CIMB Niaga maupun di Malaysia,” ujar Tengku Dato' Zafrul Tengku Abdul Aziz, Group Chief Executive CIMB Group, di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (27/2), pekan lalu.

Salah satu penyebabnya, lanjut Zafrul, adalah pelemahan nilai mata uang rupiah. Kondisi pasar modal masih belum menggembirakan akibat rendahnya volume perdagangan dan volatilitas, yang berdampak terhadap kinerja unit IB maupun Treasury and Markets. “Namun demikian, kami tetap berbesar hati sebab unit perbankan konsumen di Malaysia dan CIMB Bank Singapore menunjukkan kinerja positif sementara CIMB Thai terus menguat," jelasnya.

Sebagai perbandingan, berikut disajikan kinerja perusahaan selama setahun untuk FY14 dan FY13 sesuai data BAU. Pendapatan operasional CIMB Group pada FY14 mengalami penurunan 1,0% menjadi RM14,019 miliar. Pendapatan bunga bersih naik 6,1% sementara pendapatan bukan bunga turun 14,9% akibat melemahnya kegiatan transaksi pasar modal dan treasury serta turunnya komisi bancassurance di Indonesia.

Kontribusi CIMB Niaga kepada CIMB Group juga dipengaruhi oleh dampak depresiasi rupiah hingga 8,9% (rata-rata) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Biaya operasional dapat ditekan sehingga kenaikannya hanya sebesar 0,6%, dan CIMB Group pun mampu membukukan Pre Provision Operating Profit (“PPOP”) 3,2% lebih rendah.

“Meski demikian, PBT Group turun 23,0% menjadi RM4,277 miliar akibat meningkatnya provisi untuk kredit korporasi pada unit di Indonesia dan Malaysia,” tambah Zafrul. PBT yang dihasilkan unit Consumer Banking regional CIMB Group pada FY14 turun 0,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi RM2,258 miliar atau 53% dari PBT Group (dari 41% pada FY13).

Kontribusi unit perbankan konsumen di Malaysia, Singapura dan Thailand meningkat, dengan kontribusi dari unit di Indonesia mengalami penurunan sebagai imbas dikeluarkannya peraturan tentang bancassurance dan melemahnya kurs mata uang. PBT unit Regional Wholesale Banking CIMB Group turun 40,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi RM1,606 miliar seiring naiknya provisi perbankan korporasi dan kurang menggembirakannya kondisi pasar modal.

Kontribusi PBT

Sementara itu, PBT unit Investments menurun 26,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi dari unit perbankan konsumen dan korporasi yang menjadi andalan CIMB Group tercatat naik dari 66% menjadi 69% terhadap total PBT.

Kontribusi PBT dari unit operasional di luar Malaysia kepada CIMB Group turun menjadi 28% pada FY14 dari 38% pada FY13. Hal ini disebabkan berkurangnya PBT BAU unit di Indonesia sebesar 52,6% menjadi RM838 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya akibat penurunan pendapatan CIMB Niaga dan depresiasi rupiah.

Kontribusi PBT Thailand kepada Group turun 37,2% menjadi RM213 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dengan dibukukannya perolehan luar biasa pada FY13 dan meningkatnya provisi dan penurunan pendapatan CIMB Securities (Thailand). Total kontribusi PBT dari unit di Singapura naik 40,4% menjadi RM323 juta menyusul peningkatan PBT CIMB Bank Singapore hingga 60,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Total pinjaman bruto yang disalurkan CIMB Group (di luar kredit bermasalah yang angkanya terus menurun) meningkat 13,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, jumlah simpanan naik 7,3% YoY, dan kondisi ini membuat rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) mengalami peningkatan menjadi 93,0% dari sebelumnya 88,4%.

Gross impairment ratio menunjukkan perbaikan menjadi 3,1% per Desember 2014 dari sebelumnya 3,2% pada Desember 2013, dengan angka penyisihan sebesar 82,7% per Desember 2014. Rasio biaya terhadap pendapatan BAU CIMB Group naik menjadi 59,1% dari 58,2% akibat penurunan pendapatan operasional dan peningkatan biaya operasional.

CIMB Group juga mencatatkan marjin bunga bersih (NIM) sedikit lebih rendah, yakni 2,81%. Per 31 Desember 2014, rasio modal CIMB Group tercatat 15,1% sedangkan rasio modal Common Equity Tier 1 (CET 1) perusahaan mencapai 10,1%.

Dengan demikian terjadi peningkatan cukup tinggi untuk rasio CET1 sebesar 210 bps dari rasio CET1 per 31 Desember 2013 yang sebesar 8,0%. Hal ini merupakan imbas dari diterbitkannya saham senilai RM3,55 miliar pada 1QFY14, dikeluarkannya cadangan wajib oleh Bank Negara Malaysia (BNM) pada 4QFY14 dan dilanjutkannya pelaksanaan Dividend Reinvestment Scheme (DRS).

Pendapatan operasional BAU pada 4Q14 yang dibukukan CIMB Group turun 6,6% menjadi RM3,545 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya karena naiknya pendapatan bunga bersih sebesar 6,7% yang dibarengi penurunan pendapatan bukan bunga sebesar 29,6% seiring melemahnya kegiatan Treasury and Markets serta turunnya fee based income CIMB Niaga.

Laba bersih 4Q14 berkurang 76,0% menjadi RM252 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan loan impairments yang dicatatkan unit perbankan korporasi di Indonesia dan Malaysia. Untuk kinerja per kuartal, pendapatan operasional pada 4Q14 naik 0,5% menjadi RM3,545 miliar akibat naiknya pendapatan bunga bersih sebesar 2,6% dan juga turunnya pendapatan bukan bunga sebesar 4,8% yang merupakan dampak menurunnya kegiatan transaksi pasar modal.

Ekonomi lesu

Laba bersih 4Q14 berkurang 71,7% menjadi RM252 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan kenaikan loan impairments yang dicatatkan unit perbankan korporasi di Indonesia dan Malaysia.

PBT CIMB Islamic naik 7,1% menjadi RM526 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya akibat peningkatan transaksi di pasar modal syariah. Aktiva pembiayaan bruto CIMB Islamic mengalami kenaikan 3,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, setara 13,8% total kredit yang dikucurkan CIMB Group. Total simpanan naik 7,3% menjadi RM41,3 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Terkait rencana M&A, CIMB Group memutuskan untuk tidak melanjutkan pembahasan usulan merjer dengan RHB Capital Berhad dan Malaysia Building Society Berhad mengingat kondisi perekonomian saat ini.

Pada FY14, CIMB Group mulai mengoperasikan kantor cabang CIMB Bank di Hong Kong dan Shanghai guna memfasilitasi kebutuhan transaksi perbankan para nasabah korporasi di ASEAN. CIMB Thai meresmikan kantor cabang di Laos pada Juli 2014.

Prospek pertumbuhan CIMB Malaysia akan dipengaruhi lesunya perekonomian dan menurunnya belanja konsumen. CIMB Singapore diharapkan dapat menunjukkan kinerja positif dan melanjutkan ekspansi usaha seiring terus tumbuhnya perekonomian di negara itu, sedangkan kinerja CIMB Thailand tampaknya perlahan-lahan akan membaik karena perekonomian di negara tersebut diharapkan kembali pulih.

Indonesia masih dihadapkan pada tantangan pengetatan likuiditas dan melambatnya pertumbuhan aset sekali pun perbaikan di bidang ekonomi diperkirakan akan mulai terlihat pada 2H15. Unit usaha Treasury and Markets dan Investment Banking CIMB Group perlu menyiasati kondisi pasar modal yang kurang menggembirakan di tengah gejolak dan ketidakpastian pasar global," pungkas Zafrul. [rin]

Related posts