XL Kaji Terbitkan Obligasi dan Rights Issue - Danai Capex Rp 7 Triliun

NERACA

Lombok – Guna mendanai belanja modal tahun ini, PT XL Axiata Tbk (EXCL) bakal melakukan aksi korporasi berupa penerbitan obligasi atau rights issue. Namun rencana tersebut masih di kaji dan harus mendapatkan persetujuan dari pemegang saham,”Mendanai belanja modal tahun ini, kita bisa lakukan obligasi atau rights issue,”kata Wakil Presiden Direktur XL, Dian Siswarini di Lombok, kemarin.

Tahun ini, operator telekomunikasi kedua di Indonesia ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp7 triliun. Dana capex tersebut akan digunakan untuk membangun jaringan seperti untuk jaringan 3G, jaringan 4G hanya sebagian, dan 2G sebagai pelengkap.

Menurut Dian, secara bisnis tahun 2015 tidak akan mudah dan akan banyak tantangan yang harus di hadapi. Namun, dengan kemampuan memberikan kepuasan kepada pelanggan, dirnya menyakini XL akan bisa melalui tahun ini dengan baik.

Disebutkan, capex sebesar itu nantinya akan difokuskan untuk memacu penyediaan layanan data yang kaya manfaat serta pemerataan layanan internet cepat ke berbagai penjuru Tanah Air. Hal ini sesuai dengan rencana pemerintah yang ingin mendorong pengembangan internet untuk membantu penyelenggaraan program pemerintah antara lain dalam bidang pendidikan, kesehatan, logistik, pengadaan, serta beragam pelayanan publik berbasis elektronik, e-commerce, atau aplikasi.

Dia mengungkapkan, sejumlah inisiatif program telah disiapkan. Secara umum ada tiga sisi yang menjadi fokus perseroan, yakni membangun infrastruktur jaringan yang memadai, menyediakan layanan data yang semakin beragam sesuai dengan kebutuhan pelanggan, serta memperbanyak jangkauan layanan 4G,”XL juga akan terus melakukan terobosan untuk meningkatkan kualitas layanan salah satunya program transformasi jaringan dengan terus memperluas cakupan ke kota besar termasuk di luar Jawa,” ujarnya.

Hingga kini 97% area di setiap lokasi program ditopang oleh BTS 3G. Selain itu, 93% area telah terlayani dengan sinyal kuat, di mana kecepatan akses data mencapai rata-rata 1,1 Mbps dan tidak ada paket data yang drop. Pada kesempatan sama, XL Axiata meluncurkan layanan mobile- Fish (M-Fish) yang ditujukan untuk masyarakat nelayan agar dapat membantu memaksimalkan produktivitas nelayan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem laut Indonesia.

Act Chief Digital Service Officer XL Axiata, Yessy D Yosetya menuturkan, aplikasi berbasis Android ini untuk mendigitalkan masyarakat Indonesia lewat jejaring sosial dan mobile wallet. “Ini awalnya hanya untuk entertainment , kini lebih produktif membantu pekerjaan seseorang. Layanan ini juga sekaligus terkait dengan program pembangunan ekonomi perikanan dan kelautan yang berkelanjutan,”kata Yessy.

Asal tahu saja, XL saat ini memiliki 2 juta pelanggan di Lombok atau 93% dari total pengguna seluler di wilayah tersebut. Karena telah menguasai hampir 95% pasar, target XL selanjutnya adalah berusaha meningkatkan pendapatan dengan memperkuat kualitas layanannya. (bani)

Related posts