Vale Raup Laba Besar US$ 172,27 Juta

Perusahaan tambang, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 172,27 juta atau setara Rp2,15 triliun (kurs Rp12.500/USD). Nilai itu naik empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 38,65 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, melesatnya laba perusahaan diakibatkan naiknya pendapatan ditambah menurunnya beban pokok pendapatan. Pendapatan perusahaan pada tahun lalu tercatat sebesar US$ 1,04 miliar atau setara Rp13 triliun, meningkat 12,84% dibanding tahun sebelumnya senilai Rp921,64 miliar.

Naiknya pendapatan didukung meningkatnya volume penjualan sebesar 3% dibanding tahun 2013 dan harga realisasi perseroan rata-rata, yang tercatat 9% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Sementara beban pokok pendapatan berkurang 6,88% menjadi US$ 781,74 juta dari tahun sebelumnya sebesar US$ 731,42 juta didorong menurunnya biaya bahan bakar, pelumas dan karyawan.

Kata CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Nico Kanter, tahun 2014 merupakan tahun yang penting bagi Vale dalam berbagai hal. Pasalnya, perseroan sepanjang tahun lalu berhasil menyelesaikan renegosiasi kontrak karya (KK) dengan pemerintah Indonesia, meningkatkan efisiensi dan melakukan resturukturisasi biaya produksi, sehingga kini tidak lagi terpengaruh dengan harga minyak dunia.

Adapun produksi nikel dalam matte perseroan pada tahun lalu meningkat 4% dibanding tahun sebelumnya didorong tersediannya tenaga listrik rata-rata yang lebih tinggi dari fasilitas pembangkit listrik tenaga air (PLTA) milik perseroan dan peningkatan pengoperasian tanur listrik.

Secara kuartalan, produksi nikel dalam matte pada kuartal IV tahun lalu naik 7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pada tahun ini, perseroan berencana memaksimalkan kapasitas dan memproduksi sekitar 80.000 metrik ton (MT) nikel dalam matte. Selain itu, perseroan juga akan melakukan berbagai penghematan biaya untuk mempertahankan keunggulan biaya perseroan. Perusahaan juga akan terus meningkatkan kapasitas peleburan dan mengoptimalkan proses produksi. (bani)

Related posts