Laba Semen Baturaja Tumbuh 5,18%

NERACA

Jakarta - PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) membukukan laba bersih sebesar Rp324,34 miliar sepanjang 2014 atau meningkat 5,18% dibandingkan perolehan tahun 2013 sebesar Rp 312,18 miliar,”Kenaikan laba bersih ditunjang oleh penjual bersih perseroan yang mencapai Rp1,21 triliun di 2014 atau naik 3,96% dari posisi 2013 sebesar Rp1,17 triliun," kata Direktur Utama SMBR Pamudji Rahardjo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pendapatan perseroaan sepanjang tahun lalu naik 112,75% menjadi Rp151,67 miliar di 2014 dari Rp71,29 miliar. Kenaikan itu seiring dengan beban usaha pokok penjualan perseroan menjadi Rp842,45 miliar di akhir 2014, atau naik 19,25% dari posisi sebesar Rp706,40 miliar di 2013.

Sementara beban usaha menjadi Rp129,32 milar di akhir 2014, atau turun tipis 2,78% dari posisi sebesar Rp133,03 miliar di 2013. Dari sisi liabilitas dan ekuitas perseroan, posisi liabilitas perseroan menjadi Rp209,11 miliar, atau turun 14,46% dari Rp244,46 miliar di 2013. Sedangkan ekuitas perseroan menjadi Rp2,72 triliun di 2014, atau naik 10,12% dari Rp2,47 triliun di 2013.

Hingga akhir 2014, posisi aset perusahaan semen plat merah tersebut menjadi Rp2,93 triliun, atau naik 8,11% dari posisi sebesar Rp2,71 triliun di akhir 2013. Tahun ini, beberapa analis menilai, laba emiten semen diperkirakan bakal tertekan seiring dengan kebijakan pemerintah yang menurunkan harga semen 19 Januari 2015 sebagai respon dari penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat melemahnya harga minyak dunia.

Tak ayal, PT Bahana Securities merevisi peringkat saham emiten semen dari netral ke underweight. Revisi terpaksa dilakukan setelah pemerintah mengumumkan penurunan harga semen sebesar Rp 3.000 per sak pada akhir pekan lalu. Bahana menilai kebijakan pemerintah tersebut telah menurunkan bobot saham sektor semen dibandingkan sektor lainnya.

Makanya Bahana pun merekomendasikan underweight terhadap sektor ini. Dijelaskan, perubahan tersebut lantaran Bahana sebelumnya memproyeksikan harga rata-rata produk atau average selling product (ASP) semen akan naik sebesar 4% pada tahun ini. Seiring kebijakan tersebut, ASP pun direvisi menjadi negatif 4%.

Akibatnya, Bahana juga menurunkan proyeksi harga saham empat emiten semen yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahana menargetkan harga saham PT Semen Indonesia Tbk dalam 12 bulan ke depan sebesar Rp 13.000 per saham, turun dari Rp 17.600 dari proyeksi awal. Bahana pun menyarankan investor mengurangi porsi saham (reduce) emiten berkode SMGR ini dari sebelumnya mempertahankan (hold).

Kemudian harga saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk ditargetkan sebesar Rp 19.000 dari sebelumnya Rp 25.000 per saham dalam 12 bulan ke depan. Sama seperti Semen Indonesia, Bahana pun merekomendasikan untuk mengurangi porsi saham emiten berkode INTP tersebut.

Sementara untuk saham PT Holcim Indonesia Tbk dan PT Semen Baturaja Tbk, Bahana memperkirakan harga saham masing-masing sebesar Rp 1.270 per saham dan Rp 310 per saham. Keduanya turun dari prediksi awal masing-masing sebesar Rp 2.000 per saham dan Rp 330 per saham. (bani)

Related posts