Penuhi Permintaan Domestik, LG Operasikan Pabrik Mesin Cuci

NERACA

Tangerang - PT. LG Electronics Indonesia (LG) telah mengoperasikan satu tambahan pabrik baru mesin cuci yang berlokasi di Legok Tangerang. Area produksi baru ini untuk melengkapi dua area sebelumnya yang digunakan untuk memproduksi kulkas. Direktur Produksi Kulkas dan Mesin Cuci LG Electronics Indonesia Bambang Supriyadi mengatakan tambahan area fasilitas produksi ini merupakan komitmen LG untuk terus menambah nilai investasinya di Indonesia.

Bambang menyebutkan saat ini LG adalah perusahaan yang memimpin pasar atas mesin cuci di Indonesia dengan market share sebesar 24% di 2014. "Dengan semakin tingginya permintaan maka itu mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat. Inilah yang membuat manajemen LG mengambil keputusan untuk membuka pabrik mesin cuci di Indonesia," ungkap Bambang saat ditemui di lokasi pabrik, Tangerang, Kamis (26/2).

Untuk tahap awal, Bambang mengatakan bahwa pabrik mesin cuci ini mengkhususukan diri untuk memproduksi mesin cuci dua tabung (twin tub). Hal itu dilakukan untuk melayani kebutuhan pasar dalam negeri. Karena pada sebelumnya, LG memasok dari Thailand. "Namun tidak menutup kemungkinan kami akan terus mengembangkan produksinya. Tidak hanya memproduksi twin tub namun juga bukaan atas (top load) dan bukaan depan (front load)," katanya.

Luas area produksi baru yang mencapai 3 hektar ini menangani pekerjaan mulai dari tahap perakitan, pengujian berbagai fungsi sebagai kontrol produksi hingga mencapai tahap pengemasan. Sementara menilik dari kapasitas produksinya, pabrik ini memiliki kemampuan produksi hingga mencapai 700 ribu unit pertahun. “Namun untuk saat ini pabrik ini baru memproduksi mesin cuci 20 ribu unit setiap bulannya,” jelasnya.

Bambang menjelaskan dengan dimilikinya pabrik di dalam negeri akan lebih mempermudah perusahaan dalam merespon dinamika pasar mesin cuci di Indonesia. Disamping jumlah permintaan, dinamika dimaksud juga terkait dengan pengembangan produk yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat Indonesia pada umumnya. “Pada dasarnya kebutuhan masyarakat Indonesia berbeda dengan negara lain. Seperti di kulkas, orang luar negeri lebih meminati kulkas dengan warna putih sementara di Indonesia dengan warna silver,” tukasnya.

Meskipun lebih ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan pasar domestik, nantinya fasilitas produksi ini juga akan melayani kebutuhan ekspor perusahaan ke beberapa negara. “Jadi sistemnya seperti saling mengisi kekosongan. Misalnya jika dahulu sebelum ada pabrik ini, mesin cuci LG lebih banyak diimpor dari Thailand untuk mengisi permintaan di Indonesia. Namun kedepannya dengan ada pabrik baru ini maka kita akan mengekspor ke Thailand,” kata Head of Quality LG Electronics Indonesia Amirul.

Secara total, luas lahan pabrik pertama milik LG ini sebesar 30 hektar dan mempunyai 760 pekerja. Pabrik ini tidak hanya memproduksi mesin cuci namun juga kulkas baik satu pintu maupun dua pintu. Bahkan, 70% produksi kulkas di pabrik ini telah di ekspor keluar negeri seperti ke India, China, Rusia, Meksiko dan Polandia. Untuk produksinya, pabrik ini mampu memproduksi 1,7 juta unit kulkas. “Di 2015, kita turunkan produksi kulkasnya menjadi 1,5 juta unit pertahun. Penurunan itu kita lakukan karena ekonomi yang kurang baik,” kata Bambang melanjutkan.

Soal bahan baku untuk membuat kedua jenis produk tersebut, Bambang mengaku tingkat kandungan dalam negerinya lebih banyak dari pada impor. Namun juga ia tidak menyangkal masih membutuhkan komponen impor lantaran Indonesia belum mampu memproduksi. “Misalnya untuk kompresor ataupun steel. Itu kita masih mengandalkan impor namun sisanya kita berusaha untuk terus memanfaatkan komponen lokal,” ungkapnya.

Tentang komitmen LG di pasar Indonesia, perusahaan elektronik asal Korea Selatan ini dikenal sebagai salah satu yang memiliki keseriusan yang cukup tinggi. “Para konsumen cukup selektif untuk memilih barang. Jika ada cacat sedikit maka bisa complain. Makanya di pabrik ini kami menggunakan tekologi canggih untuk semaksimal mungkin meminimalisir kesalahan-kesalahan ataupun produk yang cacat,” tambahnya.

Lebih jauh lagi, Bambang mengatakan dengan beroperasinya fasilitas produksi mesin cuci ini maka secara tiidak langsung telah mengukuhkan keberadaan LG sebagai perusahaan elektronik yang memiliki fasilitas produksi terlengkap di dalam negeri bagi ragam produknya. Tercatat, LG memiliki fasilitas produksi di dalam negeri untuk perangkat TV dan monitor, ragam produk audio dan videom pendingin ruangan, lemari es dan yang terbaru adalah mesin cuci.

Disisi lain, untuk mendukung pelanan bagi peminat produknya di Indonesia, LG memiliki 32 kantor perwakilan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara terdapat 171 layanan purna jual pun dibangun untuk mendukung pemberian layanan yang paripurna, tidak hanya fokus pada penjualan namun juga pelayanan yang terbaik bagi pengguna produk LG. “Kedepan LG akan terus berupaya untuk meningkatkan komitmen perusahaan di pasar Indonesia. Salah satunya dengan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi berbagai produk unggulan LG,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Penjualan CPO Domestik Turun - Laba Bersih Wilmar Cahaya Anjlok 13,75%

NERACA Jakarta –Di tahun 2018, kinerja PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) pada 2018 kurang memuaskan karena laba bersih perseroan…

Dampak Faktur Cuaca - SMCB Taksir Permintaan Semen Melambat

NERACA Jakarta — PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) memproyeksikan pertumbuhan penjualan semen pada semester I/2019 ini tumbuh lebih lambat…

Kemenperin Siap Pasok SDM RI Penuhi Kebutuhan Industri Jepang

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dari Indonesia untuk bekerja…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Saran Legislator - Agar Pemerintah Pastikan Kebijakan Impor Pangan Lebih Terukur

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menyatakan berbagai pihak kementerian dan lembaga terkait harus…

Restriksi Perdagangan - Sikapi Langkah Diskriminatif Sawit, Pemerintah Kirim Delegasi ke UE

NERACA Jakarta – Pemerintah siap mengirim delegasi ke Uni Eropa untuk memberikan penjelasan sebagai respons atas langkah diskriminatif terhadap sawit,…

Disarankan Tambah Insentif untuk Dorong Ekspor Perhiasan

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menyatakan saat ini masih diperlukan beragam insentif…