Geliat MNC Sky Vision Perkuat Pangsa Pasar - Bidik Tiga Juta Pelanggan

NERACA

Jakarta – Masih rendahnya penetrasi pasar pay TV atau televisi berbayar di Indonesia, membuat bisnis yang satu ini mulai tumbuh para pemain baru untuk meraup untung lantaran potensi pasarnya yang menjanjikan. Menyadari bisnis ini mulai kebanjiran para kompetitor baru dengan penawaran yang sangat kompetitif, memacu PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) sebagai leader market untuk terus mengoptimalkan potensi yang ada dan bukan sebaliknya kalah bersaing.

CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo mengatakan, potensinya bisnis pay tv sangat besar karena penetrasinya masih rendah,”Indonesia salah satu yang rendah di Asia, jadi itulah kenapa pertumbuhannya paling tinggi,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Maka demi menggenjot pertumbuhan tersebut, MNC SKY Vision meluncurkan program baru yang menjadi formula peningkatan penjualan produknya pada tahun ini dan bukan pada channel atau jaringan tontonan baru, melainkan program pelajaran yang ditujukan kepada para karyawannya,”Kita membuat program MSKY Sales Academy pada unit bisnis PT MNC Sky Vision. Tujuannya adalah memberikan pembekalan dan pengasahan kemampuan berjualan para salesman,” paparnya.

Hary Tanoe menuturkan, salah satu yang akan ditanamkan pada para salesman MNC SKY Vision adalah kemampuan setiap individunya dalam menjual produk dagangannya,”Terobosannya sales dibekali pemahaman lebih baik terhadap produk kita dan kemampuan interpersonal skill mereka juga di samping dari grup yang menyiapkan fasilitas untuk jualan lebih bagus,”katanya.

Saat ini, pegawai salesman yang dimiliki MNC Sky Vision lebih dari 3.000 orang. Maka diharapkan dengan peningkatan pelayanan ini, perseroan berharap bisa membukukan pertumbuhan pendapatan doubledigit di tahun ini. Selain itu, untuk memenuhi target, perseroan masih akan melakukan ekspansi organik dengan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 950 miliar untuk tahun 2015.

Effendi Budiman, Direktur Keuangan MSKY mengatakan, dana capital expenditure (capex) itu akan digunakan untuk pembelian Consumer Performance Equipment (CPE). CPE merupakan serangkaian peralatan untuk pemasangan televisi berlangganan seperti box dan decoder.

MSKY juga akan memperkuat konten produksi sendiri alias in house production. Saat ini, MSKY telah memiliki 20 saluran eksklusif produksi sendiri. "Selain menambah konten ekslusif, kami juga tetap akan menambah beberapa cabang baru untuk menyasar pelanggan yang lebih besar,”ungkapnya.

Emiten yang memiliki merek televisi berbayar Indovision itu membidik target hingga 3 juta pelanggan sepanjang tahun ini. Jadi, diharapkan bakal ada tambahan jumlah pelanggan tahun ini sebanyak 300.000 pelanggan sampai 350.000 pelanggan. Tahun lalu, MSKY lewat Indovision, Oke Vision dan Top TV menargetkan bisa meraih 2,7 juta pelanggan sampai 2,8 juta pelanggan.

Effendi optimistis perseroan bisa meraih tambahan pelanggan lantaran penetrasi pelanggan televisi berbayar masih kecil di Indonesia. Dalam jangka pendek, MSKY berharap bisa meraih pangsa pasar televisi berbayar di Indonesia hingga 75%. (bani)

BERITA TERKAIT

Diversifikasi Ke Pasar On-Road Truck - Kobexindo Pasarkan Foton Truck dari Beijing

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan penjualan, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) melalui anak perusahan PT Kobexindo Foton Indonesia resmi menjadi…

Pertimbangkan Kondisi Pasar - Anak Usaha BUMN IPO di Paruh Kedua

NERACA Jakarat – Sejak pembukaan perdagangan di tahun 2019, baru tiga perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi…

Danai Kebutuhan Pendanaan - Adira Finance Kantongi Pinjaman US$ 350 Juta

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance mengantongi fasilitas pinjaman sindikasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…